66. Kedatangan Ruhul Qudus

Tujuh minggu sudah berlalu sejak Isa Almasih meninggal dan sejak Ia hidup kembali. Satu hari raya lagi sudah tiba – hari Idul Khayam (Pentakosta). Baru satu minggu berlalu sejak Isa Almasih naik ke surga. Semua pengikut-Nya ingat perintah-Nya untuk menunggu di Baitul Maqdis sampai kuasa dari Allah meliputi mereka. Jadi, mereka berkumpul di satu tempat di Baitul Maqdis untuk berdoa dan menyembah Allah bersama-sama.
Tiba-tiba ada bunyi dari langit seperti bunyi angin kencang. Tempat itu penuh dengan bunyi itu. Lalu mereka melihat ada lidah-lidah seperti nyala api menyebar ke mana-mana dan hinggap pada mereka masing-masing. Mereka semua dikuasai Ruhul Qudus, dan mulai berbicara dalam bermacam-macam bahasa lain.
Pada waktu itu banyak orang tinggal di Baitul Maqdis. Ketika terdengar bunyi itu, banyak sekali orang datang berkerumun. Dengan terheran-heran dan terpesona mereka berkata, “Bagaimana ini dapat terjadi? Kita mendengar mereka berbicara dalam bahasa negeri kita masing-masing! Mereka sedang berbicara mengenai hal-hal ajaib yang dilakukan oleh Allah. Apa artinya ini?”
Ada juga orang-orang yang mengejek, katanya, “Orang-orang itu hanya mabuk saja!”
Rasul Shafwan berdiri dan dengan suara keras ia berkata, “Saudara-saudara, orang-orang ini tidak mabuk, sebab sekarang baru pukul sembilan pagi! Tetapi kejadian ini sudah diberitahukan oleh Allah melalui Nabi Yoel: ‘Pada akhir zaman Allah akan menganugerahkan Ruhul Qudus ke atas semua orang. Mereka akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang Allah beritahukan kepada mereka. Mereka akan mendapat penglihatan dan mimpi dari Allah. Pada waktu itu, orang yang berseru kepada Allah SWT. akan diselamatkan.’ ”
“Saudara-saudara, dengarlah apa yang saya katakan ini: Isa Almasih itu sudah diberi tugas oleh Allah SWT. Dia melakukan banyak keajaiban dan hal-hal yang luar biasa. Sesuai dengan rencana Allah sendiri, Isa diserahkan kepada kalian. Dia dibunuh oleh orang-orang jahat. Tetapi Allah menghidupkan Dia kembali dari antara orang-orang mati. Ia ditelan oleh kematian, tetapi Allah melepaskan-Nya, sebab tidak mungkin Ia dikuasai terus oleh kematian.”
“Nabi Daud juga bernubuat tentang kebangkitan Isa Almasih: Al Mahdi atau Raja Penyelamat yang dijanjikan oleh Allah akan hidup kembali dari kematian. Daud berkata, ‘Tubuh-Nya tidak akan menjadi hancur dan habis.’ Isa Almasih sudah dihidupkan kembali dari kematian oleh Allah. Kami semua sudah menyaksikannya dengan mata kepala kami sendiri. Ia diangkat pada kedudukan yang tinggi dan diberi kekuasaan oleh Allah. Yang kalian sekarang ini dengar dan lihat adalah Ruhul Qudus itu yang Isa curahkan kepada kami. Itulah sebabnya semua orang harus betul-betul tahu bahwa Isa yang kalian bunuh di kayu palang itu sudah ditentukan oleh Allah untuk menjadi Tuhan dan Raja Penyelamat!”
Ketika orang-orang itu mendengar hal itu, hati mereka sangat gelisah. Lalu mereka bertanya, “Apa yang harus kami lakukan?”
Shafwan menjawab, “Bertobatlah dari dosa-dosamu. Serahkanlah dirimu kepada Allah. Hendaklah kalian masing-masing dipermandikan atas nama Isa Almasih supaya dosa-dosamu diampuni. Saudara-saudara akan menerima anugerah Ruhul Qudus dari Allah.”
Begitulah Shafwan menjelaskan kepada mereka. Banyak orang menjadi percaya akan apa yang dikatakan oleh Shafwan, lalu mereka dipermandikan. Jumlah orang yang menjadi percaya pada hari itu 3000 orang. Orang-orang beriman itu semuanya terus bersatu, saling menolong dan saling mengasihi. Setiap hari mereka terus berkumpul untuk bertasbih memuji-muji Allah. Juga mereka mendengar rasul-rasul menjelaskan firman Allah, khususnya ajaran-ajaran Isa Almasih.
Mereka bersyukur kepada Allah SWT. yang selalu menepati janji-Nya. Iblis sudah dikalahkan oleh kematian dan kebangkitan Isa Almasih. Walaupun Iblis masih mengganggu, ia sudah dikalahkan. Semua orang yang percaya kepada Isa Almasih tidak harus takut lagi kepada Iblis atau kematian, juga tidak harus selalu jatuh ke dalam dosa. Orang yang sudah bersatu dengan Almasih akan menjadi manusia baru. Dengan perantaraan Almasih, Allah membuat manusia berbaik kembali dengan diri-Nya. Alhamdullilah! Allahu Akbar!

Pertanyaan :
Mengapa pengikut Nabi Isa berada di Baitul Maqdis?
Ketika mereka sedang berdoa, apa yang tiba-tiba terjadi?
Pukul berapa itu terjadi?
Mengapa orang-orang heran dan terpesona?
Siapakah yang menjelaskan hal aneh itu?
Apa yang diceritakannya kepada mereka?
Siapakah nama nabi yang lain yang bernubuat tentang kebangkitan Nabi Isa?
Siapakah yang sudah ditentukan oleh Allah sebagai Tuhan dan Raja
Penyelamat?
Apa tanggapan orang banyak itu?
Apa yang harus kita lakukan agar kita dapat diselamatkan?
Berapa orang yang menjadi percaya dan beriman kepada Isa Almasih pada hari itu?
Siapakah yang sudah dikalahkan oleh kematian dan kebangkitan Isa Almasih?


%d blogger menyukai ini: