28. Pemberontakan Kaum Israil

Bangsa Israil sudah dibebaskan dari negeri Mesir. Allah SWT. sudah memimpin mereka dan memberi mereka makanan dan minuman selama mereka menempuh perjalanan di padang pasir. Allah SWT. juga sudah memberitahu perintah-perintah-Nya kepada mereka – bagaimana membangun Baitullah, bagaimana mempersembahkan kurban bagi-Nya, dan bagaimana hidup sesuai dengan syariat-syariat-Nya.Akhirnya mereka siap untuk masuk ke Tanah Kanaan yang sudah dijanjikan kepada Nabi Ibrahim dan keturunannya. Allah SWT. berkata kepada Nabi Musa, “Pilihlah seorang pemimpin dari setiap suku  Israil untuk memata-matai Tanah Kanaan yang akan Kuberikan kepada mereka.”

Nabi Musa menyuruh keduabelas mata-mata itu berangkat. Katanya, “Selidikilah bagaimana negeri itu, apakah penduduknya banyak atau sedikit,  apakah mereka kuat atau lemah. Periksalah, apakah negeri itu baik atau tidak. Bawalah pulang sedikit buah-buahan yang tumbuh di sana.”

Maka pergilah mereka untuk menyelidiki negeri itu selama 40 hari lamanya. Lalu mata-mata itu kembali dan memberi laporan kepada Nabi Musa, Nabi Harun dan seluruh kaum Israil. Kata mereka, “Negeri itu baik sekali. Tanahnya kaya dan subur; ini sedikit buah-buahan dari sana.” Mereka menunjukkan seranting buah anggur yang  begitu berat sehingga harus dipikul dengan sebatang kayu oleh dua orang.Mata-mata terus memberi laporan, “Tetapi penduduk negeri itu kuat-kuat. Kota-kota mereka besar-besar dan berbenteng. Lagipula, kami melihat raksasa.” Orang Israil mulai gemetar karena ketakutan.Kemudian dua dari keduabelas mata-mata itu, Kaleb dan Yash’u, menenangkan hati bangsa Israil dan berkata, “Negeri itu harus kita serang. Kita cukup kuat untuk mengalahkannya. Allah SWT. sudah berjanji akan memberikan Tanah Kanaan kepada kita. Dia akan menolong kita.”

Tetapi umat Israil berteriak-teriak dan menangis. Mereka mengomel, “Lebih baik kita mati di Mesir! Untuk apa Allah SWT. membawa kita ke negeri itu? Nanti kita akan mati dalam peperangan. Istri dan anak-anak kita juga akan mati. Lebih baik kita kembali ke Mesir!”

Ketika Nabi Musa dan Nabi Harun, Kaleb dan Yash’u, mencoba menguatkan iman bangsa Israil supaya mereka masuk Tanah Kanaan, orang-orang Israil  mengancam hendak melempari mereka sampai mati.Tiba-tiba cahaya Allah SWT. muncul di atas bait-Nya, lalu Allah SWT. berkata, “Berapa lama  lagi  orang-orang  ini  melawan  Aku?  Aku   berjanji   bahwa   dari   orang-orang   ini   tak seorang pun akan masuk ke negeri yang telah Kujanjikan kepada nenek moyang mereka sebab mereka tidak mau taat kepada-Ku.” Allah SWT. berkata bahwa umat Israil akan mengembara di padang gurun selama 40 tahun sampai semua orang yang berumur 20 tahun ke atas, yang tidak percaya kepada janji Allah SWT. meninggal. Hanya Kaleb dan Yash’u sajalah yang akan diperbolehkan masuk ke Tanah Kanaan. Jadi orang-orang Israil, keturunan Nabi Ibrahim, tinggal di padang gurun selama 40 tahun. Mereka terus mengomel dan kufur kepada Allah SWT. Allah SWT. sabar menunggu sampai ada generasi yang baru, yang akan beriman kepada-Nya. Setelah 40 tahun, anak-anak orang Israil, keturunan Nabi Ibrahim juga, sudah menjadi dewasa. Mereka percaya kepada kuasa dan janji Allah. Mereka akan masuk Tanah Kanaan yang sudah dijanjikan kepada nenek moyang mereka. Pertanyaan :Berapa jumlah mata-mata yang disuruh menyelidiki Tanah Kanaan?Bagaimanakah laporan mereka?Berapa jumlah mata-mata yang memberi laporan, yang membuat bangsa Israil takut?Siapakah yang mencoba menenangkan bangsa Israil?Apa keputusan bangsa Israil tentang masuk Tanah Perjanjian?Bagaimanakah Allah SWT. menghukum mereka?Siapakah yang akan masuk ke Tanah Perjanjian?Setelah berapa tahunkah hal itu terjadi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: