51. Isa Almasih Memilih Pengikut-Pengikut-Nya

Setelah Isa Almasih dicobai oleh Iblis, Dia dikuasai oleh Roh Allah. Isa Almasih mulai mengajar tentang Kerajaan Allah dan tentang bagaimana menjadi umat Allah yang sejati. Dia pergi ke mana-mana. Dia menolong banyak orang serta mengajar mereka.
Pada suatu waktu, Isa Almasih naik ke sebuah bukit untuk sholat dan berdoa. Di situ Ia berdoa kepada Allah sepanjang malam. Pada malam itu, Allah memberitahu Isa siapa saja yang harus dipanggil menjadi pengikut-pengikut-Nya yang sejati. Banyak orang mengikut Isa Almasih. Ada yang sungguh-sungguh ingin melakukan kehendak Allah, tetapi juga ada yang hanya mau melihat mukjizat-mukjizat Isa. Allah memberi petunjuk kepada Isa Almasih untuk memilih 12 pengikut yang dinamakan Hawariyyin.
Dari pengikut-pengikut Isa Almasih, ada paling sedikit empat orang nelayan. Inilah awal ceritanya bagaimana keempat nelayan itu mengikut Isa Almasih.
Pada suatu hari, Isa sedang berdiri di pantai Danau Genesaret. Banyak orang berdesak-desakan hendak mendengar pengajaran Isa Almasih tentang Dinullah (Kerajaan Allah). Isa Almasih melihat ada dua perahu di pantai itu. Nelayan-nelayannya sudah turun dari perahu-perahu itu dan sedang mencuci jala mereka. Isa Almasih naik ke salah satu perahu, yaitu perahu Shafwan (Petra). Ia lalu menyuruh Shafwan mendorong perahunya sedikit jauh dari pantai. Dari perahu itu Isa Almasih dapat mengajar banyak orang yang ada di pinggir danau.
Setelah selesai mengajar, Ia berkata kepada Shafwan, “Dayunglah ke tempat yang dalam, dan tebarkan jalamu untuk menangkap ikan.”
“Bapak Guru,” jawab Shafwan, “sepanjang malam kami sudah bekerja keras, namun tidak berhasil menangkap apa-apa! Tetapi karena Bapak Guru menyuruh, baiklah; saya akan menebar jala lagi.” Pasti Shafwan berpikir bahwa dirinyalah nelayan yang ahli, sedangkan Nabi ini tidak tahu apa-apa tentang menjala ikan. Tetapi Shafwan tidak dapat bersikap masa bodoh terhadap wibawa Nabi Isa.
Shafwan dengan adiknya Andarya menebarkan jalanya lagi. Tidak lama kemudian mereka mendapat begitu banyak ikan sampai jala mereka mulai sobek. Sebab itu mereka minta tolong kepada teman-teman mereka di perahu yang lain. Teman-temannya, yaitu Yahya dan Yakub, datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahunya itu dengan ikan — penuh sekali sampai perahu-perahu itu hampir tenggelam.
Ketika Shafwan melihat hal itu, ia sujud di hadapan Isa Almasih, lalu berkata, “Tinggalkanlah saya, Junjungan! Sebab saya orang berdosa!”
Shafwan, Andarya, Yahya, dan Yakub heran melihat betapa banyaknya ikan yang mereka tangkap. Isa Almasih berkata kepada Shafwan, “Jangan takut! Mulai sekarang engkau akan menjadi penjala orang (Muballigh).”
Shafwan dan teman-temannya menarik perahu-perahu itu ke pantai, kemudian meninggalkan semuanya, lalu mengikut Isa Almasih.
Seorang lagi dari keduabelas Hawariyyin yang dipilih Isa Almasih setelah Dia berdoa sepanjang malam itu adalah seorang penagih pajak. Namanya Lewi. Pada zaman itu hampir semua orang Yahudi membenci penagih pajak. Sebabnya ialah karena seorang penagih pajak itu sering memeras orang-orang bangsa mereka sendiri. Lewi sedang duduk di kantornya pada suatu hari. Isa Almasih lewat dan melihat Lewi di kantornya. Isa berkata kepadanya, “Ikutlah Aku.”
Mungkin Lewi sudah pernah mendengarkan Isa ketika Isa Almasih mengajar tentang Din (Kerajaan) Allah. Mungkin ia sudah rindu untuk menjadi pengikut-Nya, tetapi ia mungkin berpikir bahwa pasti ia akan ditolak. Bukankah ia seorang penagih pajak? Mungkin juga itu adalah yang pertama kalinya Lewi melihat Isa Almasih. Kita tidak tahu, tetapi kita tahu dari firman Allah bahwa Lewi berdiri, meninggalkan semuanya, dan mengikut Isa Almasih.
Sesudah itu Lewi mengadakan pesta di rumahnya untuk Isa Almasih. Di situ ada banyak penagih pajak dan orang-orang lain yang ikut makan bersama-sama dengan mereka. Beberapa guru agama merasa tidak senang, lalu berkata kepada pengikut-pengikut Isa, “Mengapa kamu semua makan dengan penagih pajak dan dengan orang-orang yang tidak baik?”
Isa Almasih menjawab, “Orang yang sehat tidak memerlukan dokter; hanya orang yang sakit saja. Aku datang bukan untuk orang-orang yang menganggap dirinya sudah baik, melainkan untuk orang-orang berdosa supaya mereka bertobat dari dosa-dosa mereka.”

Pertanyaan :
Isa Almasih mengajar tentang apa?
Apa yang Isa Almasih lakukan sebelum Dia memanggil para Hawariyyin?
Apa pekerjaan Shafwan, Andarya, Yahya, dan Yakub sebelum mereka mengikut Isa Almasih?
Mengapa Shafwan heran dan takut ketika ia menangkap banyak ikan?
Apakah pekerjaan Lewi sebelum ia mengikut Isa Almasih?
Mengapa guru-guru agama mengomel ketika Isa Almasih makan di rumah Lewi?
Apakah Isa Almasih datang untuk memanggil orang yang menganggap dirinya sudah baik?
Untuk siapakah Isa Almasih datang?


%d blogger menyukai ini: