47. Isa Almasih Disunat

Delapan hari setelah Almasih lahir, Yusuf dan Siti Maryam membawa-Nya ke tempat ibadah di Baitul Maqdis supaya Isa disunat. Mereka ikut adat penyucian menurut syariat yang tertulis di dalam kitab suci Taurat. Di dalam kitab suci Taurat tertulis begini, “Setiap anak laki-laki yang sulung harus diserahkan kepada Allah.” Mereka juga harus mempersembahkan kurban, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor burung merpati yang muda.
Di tempat ibadah itu ada seorang nabi yang sudah lanjut usianya, bernama Sim’un. Roh Allah telah menyatakan kepadanya bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Almasih. Ketika ia melihat Isa Almasih, ia senang sekali. Ia berkata, “Sudah lama sekali saya tunggu kedatangan-Mu.” Yusuf dan Siti Maryam sangat heran. Mereka melihat Nabi Sim’un dengan perasaan kagum.
Lalu Nabi itu mengambil anak itu, menggendongnya, lalu memuji Allah. “Sekarang, Ya Allah, Engkau sudah menepati janji-Mu. Biarlah hamba-Mu ini meninggal dengan tenteram. Sebab mataku telah melihat keselamatan yang daripada-Mu. Penyelamat ini telah Engkau siapkan untuk segala bangsa.”
Ada pula seorang nabi wanita yang sudah tua sekali. Namanya Hannah. Nabi wanita itu sudah lama menjadi janda dan ia tidak pernah meninggalkan Baitullah. Siang malam ia beribadah di situ kepada Allah dengan berdoa dan berpuasa. Ketika Hannah bertemu dengan Isa Almasih, ia juga memuji Allah karena Dia sudah menepati janji-Nya.
Setelah Yusuf dan Siti Maryam melakukan semua syariat Allah SWT., mereka pulang. Isa Almasih bertambah besar dan kuat. Ia bijaksana dan selalu patuh kepada orang tua-Nya dan juga taat kepada Allah.

Pertanyaan :
Mengapa Yusuf dan Siti Maryam membawa Isa Almasih yang masih bayi itu ke Baitul Maqdis?
Sudah berapa umur Isa Almasih ketika disunat?
Apa yang hendak mereka persembahkan kepada Allah?
Di Baitullah, siapakah yang sedang menunggu kedatangan Isa Almasih?
Mengapa Nabi Sim’un merasa puas dan siap meninggal?
Siapakah lagi yang memuji Allah ketika bertemu dengan Isa Almasih?
Apakah Isa Almasih pernah tidak taat kepada orang tua-Nya dan kepada
Allah?


%d blogger menyukai ini: