06. Keluarga Yang Pertama Tidak Selalu Rukun

Allah SWT. sudah memberitahukan Siti Hawa bahwa dia akan melahirkan anak-anak dengan susah payah.  Tidak lama setelah Nabi Adam dan Siti Hawa diusir dari Taman Firdaus, mereka mempunyai anak yang pertama. 

            Anak Nabi Adam dan Siti Hawa yang pertama diberi nama Kain atau Kabil.  Siti Hawa berharap bahwa anak ini Kabil adalah yang dijanjikan oleh Allah SWT. yang akan mengalahkan Iblis.  Tidak lama kemudian, Siti Hawa melahirkan seorang anak laki-laki lagi – namanya Habil.  Ketika mereka menjadi besar, Kabil menjadi petani; adiknya Habil menjadi gembala kambing domba.

            Pada suatu hari Kabil dan Habil mau menyembah Allah.  Mereka membawa persembahan:  Kabil membawa hasil dari tanah dan Habil memberi seekor domba.  Allah berkenan kepada persembahan Habil tetapi Dia tidak senang dengan persembahan Kabil.

            Jadi hatinya Kabil menjadi panas dan mukanya muram.  Allah berfirman kepada Kabil, “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?  Kalau kamu berbuat baik, kamu diterima.  Tetapi jika kamu tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintumu.  Dosa sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”

            Lalu Kabil berkata kepada adiknya, Habil, “Marilah kita pergi ke padang.”  Di situ Kabil memukul Habil sampai adiknya meninggal.

            Kata Allah kepada Kabil, “Di mana adikmu, Habil?”  Jawab Kabil, “Entahlah!  Apakah saya penjaga adikku?”

            Allah menghakimi dan menghukum Kabil, “Kamu sudah membunuh adikmu.  Aku mendengar suara darahnya!  Kamu harus pergi dari sini.  Kamu dikutuk untuk mengembara kemana-mana sampai meninggal.”

            Jadi Kabil juga diusir dari hadirat Allah dan juga dari orangtuanya.  Dari keturunan Kabil, ada orang-orang pinter, tetapi mereka tidak hidup dengan benar.  Mereka juga melakukan kejahatan seperti bapanya.

            Pasti Nabi Adam dan Siti Hawa sedih ketika satu anak membunuh yang lain dan yang masih hidup dikutuk Allah.  Allah masih ingat kepada janjiNya tetapi janji itu tidak akan dikabulkan melalui keturunan Kabil.  Jadi Allah memberkati Siti Hawa dengan seorang anak laki-laki lagi yang diberi nama Set.  Set dan anak-cucunya percaya kepada Allah dan menyembah Allah dengan benar.  Seorang dari keturunan Set berjalan dengan Allah, yang berarti bahwa hidupnya sangat berkenan kepada Allah.  Tetapi tidak semua anak-cucu Pak Set hidup dengan benar.  Mereka juga dipengaruhi oleh orang lain dan digoda oleh Iblis dan roh jahat.  Mereka mulai melakukan kejahatan dan Allah kesal.

            Pertanyaan:

            Apakah pekerjaan Kabil?  Habil?

            Apa yang mereka sembahkan kepada Allah SWT.?

            Mengapa persembahan Kabil tidak diterima?

            Apakah Allah tahu apa yang ada di dalam hati Kabil?

            Mengapa Allah SWT. memperingatkan Kabil?
            Apakah Kabil memperhatikan peringatan Allah SWT.?

            Dari manakah Kabil mendapatkan sifat dosa?

            Mengapa Kabil membunuh adiknya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: