07. Allah SWT. Menghukum Manusia dengan Banjir

Nabi Adam hidup selama 930 tahun.  Pada saat Nabi Adam meninggal dunia, sudah terdapat banyak orang di dunia ini karena Nabi Adam dan Siti Hawa mempunyai banyak anak. Kemudian anak-anak mereka menjadi besar, menikah, dan juga melahirkan banyak anak yang menjadi cucu-cucu Nabi Adam dan Siti Hawa. Selanjutnya cucu-cucu Nabi Adam dan Siti Hawa juga melahirkan anak, dan begitulah seterusnya.  Jadi, belahan dunia di mana anak cucu Nabi Adam tinggal sudah mulai padat dengan manusia.

Sayangnya, sejak Nabi Adam berdosa, semua orang ikut berdosa. Tidak ada seorang pun yang sempurna.  Lambat laun orang-orang berhenti menyembah Allah SWT. dan menjadi jahat.  Seterusnya mereka menjadi lebih jahat lagi.  Orang-orang yang sholeh juga berkurang jumlahnya. Karena semua orang tinggal berdekatan, maka pengaruh orang-orang jahat menyeret orang-orang baik menjadi jahat juga.

Dari firman Allah SWT. kita membaca:  “Tuhan melihat betapa jahatnya orang-orang di bumi; semua pikiran mereka selalu jahat.  Ia pun menyesal telah menjadikan mereka dan menempatkan mereka di bumi.  Ia begitu kecewa, sehingga Ia berkata, ‘Akan Kubinasakan manusia yang telah Kuciptakan itu, dan juga segala burung dan binatang lainnya, sebab Aku menyesal telah menciptakan mereka.’  Tetapi, di antara manusia-manusia yang sudah jahat itu ada seseorang yang sholeh, yaitu Nabi Nuh yang sangat taqwa kepada Allah.”

Nabi Nuh (dari keturunan Set) beriman kepada Allah SWT. Ia tetap ingat kepada Allah dan menuruti kehendak-Nya.  Allah berbelas kasihan kepada Nabi Nuh.  Nabi Nuh mempunyai tiga anak laki-laki. 

Allah SWT. berfirman kepada Nabi Nuh,  “Aku akan membunuh semua manusia sebab mereka jahat sekali.  Hanya engkau dan istrimu, bersama tiga orang anakmu laki-laki dan istri-istri mereka akan hidup.”

Kemudian Allah SWT. menjelaskan kepada Nabi Nuh bagaimana dia sekeluarga akan diselamatkan.  Nabi Nuh harus membuat sebuah kapal yang besar sekali, yang sangat tinggi, lebar, panjang, dan dalam.  Kapal yang besar ini, yang disebut bahtera, akan mirip sebuah gedung dengan tiga tingkat, tetapi akan dipakai untuk menyelamatkan mereka dari banjir.

Allah SWT. menjelaskan kehendak-Nya kepada Nabi Nuh.  “Aku akan menurunkan hujan. Banjir besar akan menutupi seluruh permukaan bumi ini.  Semuanya akan dimusnahkan.  Oleh karena semua binatang juga akan tenggelam, engkau harus membawa setiap jenis makhluk hidup, jantan dan betina, ke dalam bahteramu.  Bawalah juga makanan untuk engkau sekeluarga dan juga untuk binatang-binatang. Makanan itu harus cukup untuk kira-kira satu tahun.”

Nabi Nuh melakukan segala sesuatu yang diperintahkan Allah SWT. kepadanya.  Selama kira-kira 100 tahun, Nabi Nuh membangun bahtera dan mengumpulkan makanan.  Pasti orang-orang lain berpikir bahwa Nabi Nuh sudah gila atau pikun.  Mengapa dia membangun sebuah kapal begitu jauh dari laut?  Nabi Nuh memberitahukan peringatan Allah kepada orang-orang lainnya, tetapi mereka tidak percaya. Mereka malah mengejek Nabi Nuh sekeluarga.

Akhirnya, bahtera itu selesai dibangun. Allah SWT. menyuruh Nabi Nuh dan keluarganya serta semua jenis binatang masuk ke dalam bahtera.  Lalu Allah sendiri menutup pintu bahtera itu.

Kemudian hujan turun, terus-menerus. Sejak bumi diciptakan, belum pernah turun hujan.  Hujan deras berlangsung selama 40 hari 40 malam. Terjadilah banjir yang dahsyat.  Dimana-mana ada air.  Segala sesuatu tertutup air.  Gunung-gunung yang paling tinggi pun tertutup air hujan.  Semua makhluk hidup tenggelam;  tidak ada yang selamat, kecuali yang ada di dalam bahtera.

Setelah 40 hari hujan berhenti, tetapi air masih menutupi permukaan bumi selama 6 bulan.  Di dalam bahtera, Nabi Nuh sekeluarga sibuk bekerja keras.  Mereka harus memberi makanan kepada binatang-binatang dan harus membersihkan kapal.  Mereka bersyukur kepada Allah SWT. yang telah menyelamatkan mereka.

Akhirnya air pun surut. Nabi Nuh beserta keluarganya dan semua binatang keluar dari bahtera.  Lalu Nabi Nuh membangun tempat sembahyang dan mengorbankan seekor domba yang diwajibkan oleh Allah SWT.  Allah senang menerima persembahan Nabi Nuh.  Allah menciptakan pelangi sebagai tanda bahwa Dia tidak akan memusnahkan bumi ini dengan banjir lagi.

Allah SWT. menyuruh Nabi Nuh dan keluarganya beranak banyak supaya di bumi ini ada banyak orang lagi. Nabi Nuh hidup selama 350 tahun lagi sesudah banjir surut.  Anak-anaknya mempunyai banyak anak.  Tidak lama kemudian ada banyak orang lagi di dunia ini.

Pertanyaan:

Mengapa Allah SWT. memutuskan untuk memusnahkan bumi dengan banjir?

Siapakah yang tidak mati tenggelam? 

Mengapa mereka tidak mati tenggelam?

Bagaimana Nabi Nuh sekeluarga diselamatkan?

Berapa lamakah hujan turun?

Apa yang Nabi Nuh lakukan selama menunggu banjir surut?

Apa yang Nabi Nuh lakukan setelah dia keluar dari bahtera?

Apakah tandanya bahwa Allah SWT. tidak akan memusnahkan  bumi  ini  dengan banjir lagi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: