60. Isa Almasih Dimuliakan

Pada suatu hari, setelah Isa selesai berdoa seorang diri, Dia bertanya kepada Hawariyyin, “Menurut kata orang, Aku ini siapa?”
Mereka menjawab, “Ada yang berkata Yahya – orang yang mempermandikan petobat-petobat. Ada juga yang berkata Nabi Ilyas — orang yang membuat banyak mukjizat. Ada lagi yang berkata bahwa Isa seorang nabi.”
“Tetapi menurut kalian sendiri, Aku ini siapa?” tanya Isa Almasih.
Shafwan menjawab, “Junjungan adalah Raja Penyelamat (Imam Mahdi) yang dijanjikan Allah.”
Lalu Isa berkata juga, “Aku memang harus banyak menderita dan akan dibunuh, tetapi pada hari yang ketiga Aku akan dibangkitkan.” Lalu Shafwan menarik Isa ke samping dan menegur Dia. Tetapi Isa menoleh dan memandang Shafwan, katanya, “Pergi dari sini, penggoda! Pikiranmu itu pikiran manusia, bukan pikiran Allah!”
Kemudian Isa berkata kepada semua orang yang ada di situ, “Orang yang mau mengikut Aku harus melupakan kepentingannya sendiri, mengekang hawa nafsunya dan menyerahkan dirinya kepada Allah sepanjang hidupnya, dan terus mengikut Aku. Sebab orang yang mau mempertahankan hidupnya akan kehilangan hidupnya. Tetapi orang yang mengurbankan hidupnya bagi kepentingan-Ku akan memperoleh hidup yang kekal. Apa untungnya bagi seseorang kalau seluruh dunia ini menjadi miliknya, tetapi ia merusak dan kehilangan hidupnya? Kalau orang malu mengakui Aku dan pengajaran-Ku, Aku juga akan malu mengakui orang itu pada waktu Aku datang nanti untuk menghakimi manusia pada hari kiamat.”
Kira-kira seminggu setelah Isa mengajarkan hal-hal itu, Ia membawa Shafwan, Yahya, dan Yakub naik ke atas sebuah gunung untuk sholat dan berdoa. Sementara Isa berdoa di situ, muka-Nya berubah. Pakaian-Nya pun menjadi putih berkilauan. Tiba-tiba dua orang, yaitu Nabi Musa dan Nabi Ilyas, menampakkan diri dengan cahaya dari surga. Mereka berbicara dengan Isa mengenai kematian-Nya yang tidak lama lagi akan terjadi di Baitul Maqdis.
Pada waktu itu Shafwan, Yahya, dan Yakub sedang tertidur, tetapi mereka tiba-tiba bangun dan melihat Isa bercahaya. Melihat Nabi Musa dan Nabi Ilyas berdiri dengan Isa Almasih. Pada waktu Nabi Musa dan Nabi Ilyas mau kembali ke surga, Shafwan berkata kepada Isa, “Junjungan, enak sekali kita di sini. Baiklah kami mendirikan tiga kemah: satu untuk Junjungan, satu untuk Nabi Musa, dan satu lagi untuk Nabi Ilyas.”
Sementara Shafwan masih berbicara, datanglah sebuah awan meliputi mereka sehingga mereka menjadi takut. Kemudian dari awan itu terdengar ada suara yang berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kupilih. Dengarkanlah Dia!”
Setelah suara itu berhenti, mereka melihat Isa Almasih seorang diri di situ. Mereka tidak dapat mengerti apa yang baru mereka lihat. Apakah kita dapat mengerti?

Pertanyaan :
Ketika Nabi Isa bertanya kepada Hawariyyin, “Siapakah Aku?”, apa jawaban mereka?
Siapakah Isa Almasih menurut pengakuan Shafwan?
Menurut pembicaraan Isa, apa yang akan Dia alami?
Kalau kita mau menjadi pengikut Isa Almasih, apa yang harus kita lupakan?
Apakah ada untungnya bagi kita kalau seluruh dunia ini menjadi milik kita, tetapi kita kehilangan hidup kita?
Ketika Isa, Shafwan, Yahya, dan Yakub naik gunung, apa yang terjadi?
Apa maksud Allah SWT. ketika Dia berkata dari awan, “Inilah Anak-Ku yang
Kupilih. Dengarkanlah Dia!”


%d blogger menyukai ini: