45. Kelahiran Isa Almasih

Yusuf dan Siti Maryam menikah setelah Allah SWT. melalui malaikat-Nya menyadarkan Yusuf bahwa itu adalah kehendak Allah.  Akan tetapi, mereka tidak pernah bersetubuh sampai Siti Maryam melahirkan. Bulan demi bulan kandungan Siti Maryam makin membesar sampai tibalah saatnya untuk melahirkan.  Bayi yang sudah dijanjikan sejak zaman Nabi Adam akan lahir.  Siti Maryam sibuk sekali menyiapkan segalanya untuk melahirkan.

            Pada suatu hari, Yusuf pulang dan berkata kepada Siti Maryam, “Maryam, kita harus pergi ke Bait Lahm.  Apakah engkau bisa melakukan perjalanan sejauh itu sekarang?”

            “Pasti saya kuat,” jawab Siti Maryam, “tetapi mengapa kita harus pergi ke Bait Lahm sekarang?”

            Kata Yusuf, “Kaisar Agustus, raja seluruh Roma, memerintahkan bahwa semua orang harus pulang ke kampung halamannya untuk sensus.  Karena saya berasal dari Bait Lahm, kita harus pergi ke Bait Lahm.”

            “Kalau begitu,” jawab Siti Maryam, “mari kita siapkan semua yang kita perlukan  untuk perjalanan itu,  juga untuk kelahiran bayi kita.”

            Ketika mereka sudah siap, mereka berangkat dari Nasira menuju ke Bait Lahm.  Perjalanan itu panjang sekali dan mereka kecapaian, terutama Siti Maryam.  Tetapi mereka percaya kepada Allah bahwa Dia akan menolong dan melindungi mereka.  Mungkin mereka ingat nubuat-Nya bahwa Yang dijanjikan itu akan lahir di Bait Lahm.  Bahkan adanya pemerintah Roma itu sudah  menjadi kehendak Allah SWT.  Itulah caranya nubuat tentang kota kelahiran Isa Almasih digenapi.

            Akhirnya Siti Maryam dan Yusuf melihat kota Bait Lahm dari jauh.  Siti Maryam bertanya, “Itukah Bait Lahm, Yusuf?”

            “Betul, Maryam,” jawab Yusuf.  “Tidak lama lagi engkau bisa istirahat.”

            “Alhamdulillah,” kata Siti Maryam.  “Saya sudah mulai merasa bahwa bayiku mau lahir malam ini.  Mudah-mudahan kita segera mendapat sebuah kamar.”

            Yusuf melihat bahwa Siti Maryam sudah mulai merasa sakit bersalin.  Tidak lama lagi ia akan melahirkan.  Yusuf merasa khawatir.

            Alhamdulillah, mereka sampai di Bait Lahm sebelum Siti Maryam melahirkan.  Tetapi ketika mereka mencari penginapan, tak satu pun yang kosong.  Semua penginapan sudah penuh.  Mereka sangat capai dan ingin istirahat.  Siti Maryam sudah siap untuk bersalin.  Di manakah mereka harus beristirahat?  Di manakah Siti Maryam dapat melahirkan bayinya?

            Tempat yang ada bagi mereka adalah tempat yang sangat sederhana, tempat yang sangat hina — sebuah kandang binatang.  Di dalam kandang itulah, Isa Almasih dilahirkan.  Aneh sekali!  Yusuf dan Siti Maryam sudah diberitahu oleh malaikat bahwa bayi yang baru lahir ini adalah Imam Mahdi atau Penyelamat, yaitu Almasih.  Tetapi Dia lahir di kandang.  Walaupun begitu, nubuat-nubuat telah digenapi.  Keturunan Nabi Daud dilahirkan oleh seorang perawan di Bait Lahm.  Tidak pernah ada orang yang dilahirkan oleh seorang perawan seperti itu.

            Mengapa Anak Raja dari segala raja, Almasih, dilahirkan di sebuah kandang dan tidak di sebuah istana?  Itu adalah tanda tentang kerendahan hati Isa Almasih.  Tempat kelahiran-Nya juga mengingatkan dunia ini bahwa nabi-nabi menyebut-Nya “Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia”.  Dia adalah Yang datang dari surga untuk tinggal di antara rakyat jelata.

Pertanyaan :

Mengapa Yusuf dan Siti Maryam harus pergi ke Bait Lahm? 

Di mana Siti Maryam melahirkan? 

Apakah sebuah kandang adalah satu tempat yang baik untuk melahirkan? 

Mengapa Isa Almasih dilahirkan di sebuah kandang? 

Nubuat-nubuat apa tentang Isa Almasih yang telah digenapi?


%d blogger menyukai ini: