65. Kebangkitan Isa Almasih

Isa Almasih sudah meninggal. Dia sudah menderita sekali di kayu palang guna melakukan kehendak Allah. Setelah Dia meninggal, Dia dikuburkan oleh dua Hawariyyin yang agak kaya. Mereka mengambil jenazah dan membungkusnya dengan kain kafan. Kemudian jenazah Isa diletakkan di dalam sebuah kuburan, di dalam sebuah bukit batu. Sesudah itu sebuah batu besar digulingkan untuk menutupi pintu kuburan-Nya itu.
Isa Almasih meninggal pada hari Jumat. Ia langsung dikuburkan pada sore itu juga. Pada hari Ahad, pagi-pagi sekali beberapa wanita pergi ke kuburan Isa. Mereka membawa ramuan-ramuan dan minyak wangi untuk meminyaki jenazah Isa.
Di tengah jalan, mereka berkata kepada satu sama lain, “Siapakah yang dapat menolong kita menggeser batu penutup lubang kubur?” Sebab batu itu besar sekali. Tiba-tiba terjadilah gempa bumi yang hebat. Seorang malaikat turun dari surga, lalu menggulingkan batu penutup itu. Ia duduk di atasnya. Wajah malaikat itu seperti kilat; pakaiannya putih sekali.
Malaikat itu berkata kepada wanita-wanita itu, “Jangan takut! Aku tahu kalian mencari Isa yang sudah dibunuh di kayu palang (disalibkan) itu. Ia tidak ada di sini lagi. Ia sudah bangkit seperti yang sudah dikatakan-Nya dahulu. Mari lihat tempat Ia dibaringkan. Sekarang, pergilah cepat-cepat, beritahukan kepada Hawariyyin (pengikut-pengikut-Nya), ‘Al Mahdi sudah bangkit. Sekarang Ia pergi lebih dahulu ke Jalil. Di sana kalian akan melihat Dia!’ ”
Cepat-cepat wanita-wanita itu meninggalkan kuburan itu. Dengan perasaan takut bercampur gembira, mereka berlari-lari untuk memberitahukan hal itu kepada Hawariyyin-Hawariyyin Isa.
Pada hari itu juga, ada dua orang Hawariyyin Isa sedang berjalan ke sebuah desa yang bernama Imwas, kira-kira 11 kilometer jauhnya dari Baitul Maqdis. Sambil berjalan, mereka bercakap-cakap tentang wafatnya Isa dan tentang kebangkitan-Nya yang diberitahukan oleh wanita-wanita itu. Sementara mereka bercakap-cakap, Isa sendiri datang dan berjalan bersama mereka. Mereka melihat Isa, tetapi ada sesuatu yang membuat mereka tidak mengenal Dia. Lalu Isa bertanya, “Apa yang kalian bicarakan di tengah jalan ini?”
Mereka menjawab, “Tentang Isa, orang dari Nasira itu. Ia nabi. Kata-kata-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya berkuasa sekali. Tetapi pemimpin-pemimpin bangsa kita menyerahkan Dia untuk dihukum mati. Mereka membunuh Dia di kayu palang! Hari ini hari ketiga sejak hal itu terjadi. Lagi pula, beberapa wanita yang pergi ke kuburan tidak menemukan jenazah-Nya di sana. Mereka lalu kembali dan mengatakan bahwa mereka melihat malaikat. Malaikat itu mengatakan bahwa Isa hidup.”
Lalu Isa berkata, “Bukankah Raja Penyelamat harus mengalami penderitaan itu dahulu, baru Ia mencapai kemuliaan-Nya?” Kemudian Isa menerangkan kepada mereka, apa yang tertulis di dalam Kitab Suci mengenai diri-Nya.
Sampai di desa, mereka minta Isa istirahat di rumah mereka sebelum Ia meneruskan perjalanan. Maka dari itu Isa masuk untuk bermalam di tempat mereka. Pada waktu Ia duduk makan bersama mereka, Isa mengambil roti, bersyukur kepada Allah, lalu mereka makan. Kemudian sadarlah mereka bahwa itu Isa. Tetapi seketika itu Ia lenyap dari pemandangan mereka.
Saat itu juga mereka berdiri dan kembali ke Baitul Maqdis. Di sana mereka mendapati kesebelas Hawariyyin Isa sedang berkumpul bersama yang lain. Mereka itu berkata, “Memang benar Isa Almasih sudah hidup kembali! Ia sudah memperlihatkan diri-Nya kepada Shafwan!”
Kedua Hawariyyin Isa yang baru datang itu lalu menceritakan pengalaman mereka di tengah perjalanan, bagaimana mereka mengenali Isa pada saat Ia berdoa dan makan.
Sementara mereka masih bercerita, tiba-tiba Isa sendiri berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Assalamualaikum.” Mereka terkejut dan ketakutan karena menyangka bahwa mereka melihat hantu. Tetapi Isa berkata, “Mengapa kalian takut? Mengapa timbul keragu-raguan dalam hatimu? Lihat tangan-Ku dan lihat kaki-Ku. Aku sendirilah ini! Rabalah dan perhatikanlah, karena hantu tidak mempunyai daging atau tulang seperti yang kalian lihat pada diri-Ku.”
Kemudian Isa bertanya kepada mereka, “Apakah kalian punya makanan di sini?” Mereka memberikan Isa sepotong ikan goreng. Isa mengambil ikan itu, lalu makan di depan mereka supaya mereka tahu bahwa Dia bukan hantu. Lalu Isa berkata kepada mereka, “Apakah kalian tidak ingat? Inilah hal-hal yang sudah Kuberitahukan kepadamu. Di dalam Kitab Suci tertulis bahwa Al Mahdi (Raja Penyelamat) harus menderita, dan harus bangkit dari kematian pada hari yang ketiga. Juga bahwa atas nama Almasih itu haruslah disiarkan kepada segala bangsa bahwa manusia harus bertobat, dan bahwa Allah mengampuni dosa. Kalianlah saksi-saksi yang pertama, tetapi kalian harus tetap menunggu di Baitul Maqdis sampai kuasa dari Allah meliputi kalian.”
Selama 40 hari, Isa Almasih yang sudah dibangkitkan oleh Allah memperlihatkan diri kepada banyak orang. Dia berjanji bahwa Dia akan selalu menyertai Hawariyyin-Hawariyyin-Nya sampai pada akhir zaman. Lalu Dia terangkat ke surga, dan awan menutupi Dia dari pandangan mereka.
Sementara mereka masih memandang ke langit, sewaktu Isa terangkat, tiba-tiba dua malaikat berdiri di sebelah mereka. Mereka berkata, “Mengapa kalian berdiri saja di situ memandang ke langit? Isa Almasih akan kembali lagi dengan cara yang sama seperti yang kalian lihat tadi.” Kiranya hal ini sesuai dengan apa yang tertulis di dalam Al Qur’an surat Maryam ayat 33: “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan kembali.” Mahabesar Allah dengan segala kebenaran-Nya!

Pertanyaan :
Mengapa Isa dikuburkan?
Bagaimana Isa Almasih wafat?
Jenazah Isa dikuburkan di mana?
Siapakah yang pergi ke kuburan pada hari Ahad pagi dengan ramuan-ramuan dan minyak wangi?
Mengapa mereka khawatir tidak dapat masuk ke dalam kuburan itu?
Bagaimana batu penutup kuburan itu dibuka?
Mengapa mereka tidak menemukan jenazah Isa Almasih?
Apa pesan malaikat?
Ketika kedua Hawariyyin Isa berjalan dari Baitul Maqdis ke Imwas, siapakah yang bertemu dengan mereka?
Apakah mereka mengenali Dia?
Apa yang Isa jelaskan kepada mereka?
Kapan mereka sadar bahwa itu adalah Isa Almasih?
Setelah Isa lenyap, kedua Hawariyyin-Nya pergi ke mana?
Di Baitul Maqdis, dengan siapa mereka bertemu?
Apa kabar yang disampaikan oleh kesebelas Hawariyyin Isa?
Apa yang terjadi ketika mereka sedang bercerita?
Bagaimana kita tahu Isa bukan hantu?
Selama berapa hari Isa sering memperlihatkan diri kepada banyak orang?
Setelah 40 hari itu, Isa pergi ke mana?
Dengan cara apa Isa akan kembali ke dunia ini?


%d blogger menyukai ini: