64. Isa Almasih Wafat di Kayu Palang (Salib)

Ketika Isa Almasih ditangkap, Dia dibawa ke rumah seorang mufti (imam agung). Lalu sepanjang malam pemimpin agama mencari-cari kesalahan Isa supaya Isa Almasih dapat dituduh di depan gubernur Romawi. Pagi berikutnya, mereka mengirim Dia kepada Pilatus, gubernur Romawi, dengan tuduhan ini: “Kami dapati orang ini menyesatkan rakyat sebab katanya Ia adalah Almasih, seorang raja.” Gubernur itu bertanya, “Apakah Engkau Raja orang Yahudi?”
Isa berkata, “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini.”
Pilatus tidak menemukan kesalahan apa pun yang dapat membuat Isa Almasih dihukum mati. Jadi, Pilatus mengingatkan mereka bahwa biasanya tiap tahun pemerintah Roma melepaskan seorang tawanan. Pilatus ingin melepaskan Isa, tetapi orang-orang Yahudi mulai berteriak. “Jangan Dia! Lepaskan Abbas saja!” Abbas itu seorang perampok.
Kemudian Pilatus mencambuk Isa; para prajurit memahkotai kepala-Nya dengan duri. Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya untuk mengejek Isa. Mereka berkata, “Hidup Raja orang Yahudi!” Kemudian mereka menampari, meludahi, dan memukul Dia dengan tongkat.
Untuk kedua kalinya Pilatus berkata, “Saya tidak menemukan alasan yang menyebabkan Isa harus dihukum.”
Lalu orang-orang Yahudi berteriak, “Salibkan Dia! Salibkan Dia!” Karena Pilatus lebih takut kalau akan terjadi huru-hara, ia menuruti kehendak orang banyak itu. Ia menyuruh supaya Isa Almasih dibunuh di kayu palang (disalibkan).
Tentara-tentara Romawi menaruh kayu palang di punggung-Nya dan Isa menanggung kayu palang itu ke tempat yang disebut “Golgota”. Banyak orang mengikuti-Nya; beberapa wanita menangisi-Nya. Para prajurit memaku tangan dan kaki-Nya pada kayu palang itu. Ada dua orang penyamun yang disalibkan bersama Isa, satu di sebelah kanan dan satunya lagi di sebelah kiri Isa.
Di kayu palang itu Isa diejek, “Ia dapat menyelamatkan orang lain, tetapi tidak dapat menyelamatkan diri-Nya sendiri.” Isa tidak membalas kejahatan itu, tetapi berdoa, “Ya, Allah, ampunilah mereka karena mereka tidak mengetahui apa yang telah mereka perbuat.”
Salah seorang penyamun tadi berkata, “Ingatlah saya, Isa, apabila engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah SWT. (surga).”
Isa berkata, “Hari ini engkau akan bersama-Ku di surga.”
Pada waktu tengah hari, matahari tidak bersinar. Seluruh negeri itu menjadi gelap sekali sampai sore. Lalu Isa berteriak dengan suara keras, “Ya, Allah! Sudah selesai! Ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawaKu!” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan meninggal.
Mengapa Isa Almasih harus meninggal dengan cara yang begitu memilukan? Selama hidupnya Dia melakukan yang baik. Dia selalu menolong. Dia menyembuhkan seorang buta, Dia menyembuhkan seorang yang berpenyakit kusta, Dia memberi makan kepada ribuan orang, Dia menghidupkan kembali Lazaru yang sudah mati empat hari. Mengapa Isa Almasih harus meninggal di kayu palang? Justru untuk meninggal di kayu palanglah, Dia dilahirkan secara ajaib – untuk menjadi kurban agung, kurban yang sempurna – tanpa dosa. Dialah yang dijanjikan Allah sejak Nabi Adam berdosa. Dialah yang dijanjikan Allah untuk mengalahkan si jahat, Iblis. Mengapa Isa Almasih harus meninggal? Karena itu adalah kehendak Allah SWT. Isa selalu melakukan kehendak Allah SWT. Dialah yang betul-betul menyerahkan diri kepada Allah SWT.

Pertanyaan :
Ketika Isa ditangkap, Dia dibawa kepada siapa?
Apakah Pilatus menemukan suatu kesalahan pada Isa Almasih?
Mengapa Isa Almasih dihukum mati?
Bagaimana Isa Almasih diperlakukan oleh prajurit Romawi?
Bagaimana Isa diikat pada kayu palang itu?
Ketika Isa diejek, apakah Dia membalas?
Apa yang dilakukan-Nya?
Apakah yang diminta seorang penyamun kepada Isa?
Pada tengah hari, apa yang terjadi?
Apa yang Isa katakan ketika Dia meninggal?
Mengapa Isa Almasih harus meninggal?


%d blogger menyukai ini: