49. Isa Almasih di Baitullah

Tiap-tiap tahun orang tua Isa Almasih pergi ke Baitul Maqdis untuk merayakan hari raya Idul Nahri, yaitu hari peringatan ketika bani Ibrahim keluar dari Mesir. Siapa masih ingat Idul Nahri yang pertama? Mengapa keturunan Nabi Ibrahim memperingati hari raya Idul Nahri?
Ketika Isa Almasih berumur dua belas tahun, mereka pergi ke perayaan itu sesuai dengan kebiasaan. Isa Almasih juga ikut dengan Siti Maryam dan Yusuf. Mereka pergi ke Baitul Maqdis untuk beribadah kepada Allah di Baitullah, juga untuk mengurbankan domba yang tidak bercacat sebagai ganti anak laki-laki yang sulung.
Sehabis perayaan itu mereka pulang, tetapi Isa, Anak itu, masih tinggal di Baitul Maqdis. Ayah dan ibu-Nya tidak mengetahui hal itu. Orang Nasira selalu pergi ke Baitul Maqdis dalam rombongan besar. Semua orang dari Nasira berangkat dan pulang bersama-sama. Yusuf dan Siti Maryam menyangka Isa ikut dalam rombongan yang lain bersama teman-teman-Nya atau saudara-saudara-Nya. Sesudah berjalan sepanjang hari, rombongan itu berhenti untuk beristirahat pada malam hari. Barulah ayah dan ibu Isa mencari Dia di antara sanak saudara dan kenalan-kenalan mereka. Tetapi mereka tidak menjumpai-Nya. Mereka khawatir sekali. Jadi mereka kembali ke Baitul Maqdis untuk mencari Dia.
Setelah tiga hari mencari Isa, mereka akhirnya menemukan Dia di dalam Baitullah. Ia sedang duduk mendengarkan ajaran yang sedang disampaikan oleh para guru agama. Ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan cara guru mengajar pada zaman itu. Semua orang yang mendengar Dia heran karena penjelasan-Nya jitu sekali. Orang tua-Nya pun heran melihat Dia ada di Baitullah bersama-sama dengan para guru agama.
Siti Maryam berkata kepada Isa, “Nak, mengapa Kaulakukan ini semua? Ayah-Mu dan ibu-Mu cemas mencari Engkau!”
Isa Almasih menjawab, “Mengapa Ayah dan Ibu mencari Aku? Apakah Ayah dan Ibu tidak tahu bahwa Aku harus ada di dalam Baitullah, yaitu Rumah Allah yang adalah Tuhan dan Bapa-Ku?”
Tetapi mereka tidak mengerti jawaban Isa. Apakah kita mengerti maksud Isa Almasih? Dia tidak nakal, Dia hanya melakukan kehendak Allah. Mengapa Dia memanggil Allah dengan sebutan Bapa? Ingat, bahwa Yusuf bukan ayah Isa. Isa dilahirkan secara ajaib. Oleh karena Isa berasal dari Allah dan selalu melakukan kehendak Allah, maka Dia memanggil Allah dengan sebutan ‘Bapa’. Panggilan itu juga menunjukkan betapa dalam kasih Isa Almasih kepada Allah Yang Maha Esa. Dia dekat sekali dengan Allah. Waktu Dia masih kanak-kanak pun, Dia sudah taat dan mengasihi Allah. Dia pun dikasihi oleh Allah.
Setelah Siti Maryam dan Yusuf menemukan Isa Almasih di Baitullah, Isa ikut pulang bersama mereka ke Nasira. Seperti biasa, Ia taat kepada mereka. Isa makin bertambah besar dan bertambah bijaksana serta dikasihi oleh Allah dan disukai oleh semua orang.

Pertanyaan :
Mengapa keluarga Isa Almasih pergi ke Baitul Maqdis?
Seusai perayaan itu, siapakah yang tidak ikut rombongan pulang?
Di manakah Isa ditemukan?
Berapa lamakah orang tua Isa mencari-Nya?
Ketika mereka menemukan-Nya, apakah yang sedang dilakukan-Nya?
Mengapa para guru agama heran?
Ketika Isa ditegur, apa jawaban-Nya kepada ibu-Nya?
Apakah Isa Almasih taat kepada orang tua-Nya?
Siapakah yang mengasihi Isa Almasih?


%d blogger menyukai ini: