36. Nabi Yunus

 Ada seorang nabi Allah SWT. yang bernama Yunus. Pada suatu hari, Allah SWT. berbicara kepada Nabi Yunus, katanya, “Pergilah ke Niniwe untuk memberitahukan ancaman-Ku kepada kota itu, karena Aku tahu penduduknya jahat sekali.” Niniwe adalah kota yang sangat besar. Orang-orangnya sangat jahat. Mereka bukan orang Israil; mereka tidak menyembah Allah SWT.            Akan tetapi, Nabi Yunus tidak mau menyampaikan firman Allah kepada orang Niniwe tersebut. Jadi Nabi Yunus naik kapal besar dan pergi ke kota lain. Waktu Nabi Yunus di kapal, ia turun ke tempat yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur nyenyak.            Kemudian Allah SWT. mendatangkan angin keras yang meniup dan mengombang-ambingkan kapal itu. Ombak menjadi semakin besar dan kapal itu hampir tenggelam. Badai begitu hebat sehingga awak kapal  takut  sekali.  Mereka berteriak-teriak  minta  tolong,  masing-masing kepada dewanya sendiri. Supaya kapal itu tidak karam, mereka membuang muatannya ke dalam laut.            Pada waktu kapten kapal itu turun ke bawah, ia menemukan Nabi Yunus di situ sedang tidur. Lalu ia berkata, “Bangunlah! Berdoalah kepada dewamu untuk minta tolong!”            Sesudah Nabi Yunus dan kapten kapal itu naik ke atas, para awak kapal itu berkata kepada sesama mereka, “Mari, kita buang undi supaya kita tahu siapa yang bersalah sampai-sampai kita tertimpa bencana ini!” Lalu mereka pun membuang undi. Nama Nabi Yunuslah yang kena.            Kemudian Nabi Yunus berkata kepada orang-orang yang ada di kapal itu, “Saya orang Ibrani, saya menyembah Allah SWT. yang di surga, yang menciptakan bumi dan laut.” Kemudian ia bercerita bagaimana ia berusaha melarikan diri dari perintah Allah SWT.            Sementara itu badai makin menjadi-jadi, lalu para awak kapal bertanya kepadanya, “Apa yang harus kami lakukan kepadamu supaya badai ini berhenti?”            Jawab Nabi Yunus, “Buanglah aku ke laut, pasti badai akan berhenti.”  Tetapi para awak kapal itu masih berusaha sekuat tenaga untuk mendayung kapal itu ke daratan, namun badai makin mengamuk juga sehingga usaha mereka sia-sia belaka. Sebab itu mereka berseru-seru kepada Allah SWT., “Ya Allah, kami mohon janganlah kami binasa karena kami menyerahkan nyawa Yunus ini.”            Lalu mereka melemparkan Nabi Yunus ke dalam laut, dan badaipun berhenti mengamuk. Para awak kapal itu menjadi takut kepada Allah SWT. Mereka mengatakan bahwa mereka sekarang percaya kepada Allah SWT.            Nabi Yunus tidak mati di dalam laut. Allah SWT. memerintahkan seekor ikan yang sangat besar (ikan paus) supaya menelan   Nabi  Yunus.  Nabi  Yunus  tinggal  di  dalam  perut  ikan selama tiga hari tiga malam. Ia berdoa dan minta diselamatkan. Kemudian, atas perintah Allah SWT. ikan itu memuntahkan Nabi Yunus ke daratan.            Sekali lagi Allah SWT. berfirman kepada Nabi Yunus, “Pergilah, beritahukanlah kepada orang-orang di Niniwe bahwa dalam 40 hari Aku akan membinasakan mereka karena hidup mereka jahat.”            Nabi Yunus menaati  seruan Allah SWT. Ia segera pergi ke Niniwe; ia memasuki kota Niniwe itu dan sesudah berjalan sepanjang hari, ia berteriak: “Empat puluh hari lagi, Niniwe akan hancur!” Penduduk Niniwe percaya kepada pesan Allah SWT. Seluruh rakyat memutuskan untuk berpuasa. Semua orang, besar maupun kecil, memakai kain kabung untuk menunjukkan bahwa mereka menyesali dosa-dosa mereka.            Allah SWT. melihat perbuatan mereka. Dia melihat bahwa mereka telah meninggalkan kelakuan mereka yang jahat. Maka dari itu, Ia mengubah keputusannya, mengampuni mereka, dan tidak jadi menghukum mereka.             Pertanyaan :            Siapakah seorang nabi Allah SWT. yang disuruh pergi ke Niniwe?            Apakah ia pergi ke sana?            Apa yang di lakukannya?            Apa yang terjadi?            Apakah Nabi Yunus mati tenggelam?            Bagaimanakah ia diselamatkan?            Setelah keluar dari perut ikan paus itu, Nabi Yunus pergi ke mana?            Bagaimanakah orang-orang Niniwe menerima seruan Nabi Yunus?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: