08. Menara Babil

Setelah Nabi Nuh sekeluarga keluar dari bahtera, Allah SWT. menyuruh Nabi Nuh sekeluarga beranakcucu sehingga kelak keturunan Nabi Nuh akan memenuhi seluruh bumi.  Mereka menuruti perintah Allah SWT. untuk beranakcucu. Dengan bertambah banyaknya keturunan Nabi Nuh, bertambah banyak jugalah orang-orang di bumi.  Bertahun-tahun sesudah terjadinya banjir besar itu, hanya ada satu bahasa di dunia ini.  Semua orang berbicara dalam bahasa yang sama.  Jadi, semua orang dapat saling mengerti.  Kalau saya berbicara dalam bahasa Spanyol, apakah Saudara mengerti?  Dan kalau Saudara berbahasa Korea, saya tidak akan mengerti.  Tetapi cerita ini terjadi ketika semua orang memakai bahasa yang sama.

Allah SWT. menyuruh orang-orang keturunan Nabi Nuh menyebar ke seluruh dunia, tetapi mereka tetap tinggal di satu daerah saja yang bernama Babil.  Orang-orang di Babil berkata,  “Mari kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.”  Orang-orang ini sombong.  Mereka tidak mau taat kepada Allah SWT.  Mereka yakin bahwa mereka sendiri dapat membangun sebuah menara yang sampai ke surga.  Bagaimana mungkin seseorang dapat membuat jalan ke surga?  Hanya Allah sendirilah yang sanggup membuat jalan ke surga!

Allah SWT. melihat kota dan menara yang didirikan oleh orang-orang Babil tersebut.  Dan Ia berkata, “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa.  Ini baru permulaan dari rencana mereka yang jahat.”  Jadi Allah menghukum mereka dan membuat berbagai bahasa sehingga mereka tidak dapat saling mengerti lagi.  Percakapan mereka menjadi kacau satu dengan yang lainnya.  Oleh karena mereka tidak dapat saling mengerti, mereka berhenti mendirikan kota dan menara Babil yang mereka rencanakan itu. 

Dari Babil, semua orang diceraiberaikan oleh Allah SWT. ke seluruh permukaan bumi.  Mereka mencari orang-orang yang bahasanya sama, lalu pergi ke berbagai penjuru untuk memenuhi dunia ini.  Kehendak Allah selalu terjadi. Manusia menjadi sombong dan berdosa; mereka tidak mau menaati kehendak Allah. Oleh karena itu, Dia mengacaukan bahasa mereka supaya mereka pergi ke berbagai penjuru dan memenuhi dunia.

Pertanyaan:

Mengapa orang-orang ingin membangun menara Babil?

Waktu mereka mendirikan kota dan menara Babil, berapa macam bahasa ada di dunia?

Apakah yang Allah SWT. lakukan untuk menghentikan mereka? 

Mengapa Allah SWT. melakukan itu?

Apakah kita dapat membuat jalan ke surga?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: