29. Jatuhnya Benteng dan Kota Ariha

Allah SWT. telah berjanji kepada Nabi Ibrahim bahwa Tanah Kanaan akan  diberikan kepada keturunannya sebagai milik atau warisannya. Tetapi sudah selama 430 tahun keturunan Nabi Ibrahim meninggalkan Tanah Kanaan dan tinggal di Mesir. Mengapa mereka pergi ke Mesir?Setelah Nabi Yusuf meninggal, raja Mesir yaitu raja Firaun, tidak ingat lagi kepada kebaikannya. Keturunan Nabi Ibrahim diperbudak. Allah SWT. melihat kesusahan orang Israil dan membebaskan mereka dari Mesir. Siapakah yang menjadi pemimpin mereka?Mereka siap masuk Tanah Kanaan, tetapi mereka takut kepada penduduk Tanah Kanaan. Mereka tidak percaya kepada Allah SWT., dan ingin kembali ke Mesir. Bagaimana Allah SWT. menghukum mereka?Hukuman 40 tahun di padang gurun itu baru berakhir.  Nabi Musa diberitahu oleh Allah SWT. bahwa dia tidak boleh masuk ke Tanah Kanaan. Jadi, Nabi Musa mengingatkan orang Israil akan semua perintah Allah SWT. Ia menolong  Yash’u menjadi pemimpin yang baru. Setelah Nabi Musa meninggal, Yash’u menjadi pemimpin yang baik karena ia taat kepada Allah SWT.Yash’u memimpin bangsa Israil menyeberang Sungai Yordan. Mereka harus menyerang sebuah kota yang bernama Ariha. Ia menyuruh dua orang untuk memata-matai kota Ariha. Di Ariha mereka ditolong oleh seorang wanita  yang bernama Rahab. Karena Rahab menolong  kedua mata-mata itu, mereka berjanji kepada Rahab untuk menyelamatkan Rahab sekeluarga ketika  Israil menyerang Ariha. Lalu mata-mata itu kembali ke Yash’u dan berkata, “Semua orang takut kepada kami. Pasti kami menang dengan pertolongan Allah SWT.”Kota Ariha dikelilingi tembok yang tinggi dan kuat. Di kota Ariha pintu-pintu gerbang sudah dijaga dengan ketat, ditutup rapat-rapat supaya orang Israil tidak dapat masuk. Penduduk Ariha takut dan tidak seorang pun diperbolehkan masuk atau keluar dari kota itu.Allah SWT. berkata kepada Yash’u, “Sekarang Aku serahkan kota Ariha kepadamu. Engkau dan tentaramu harus berbaris mengelilinginya sekali sehari selama enam hari. Tujuh orang imam yang masing-masing membawa terompet harus berjalan di depan Peti Perjanjian. Pada hari yang ketujuh, engkau dan tentaramu harus mengelilingi  kota itu sebanyak 7 kali sementara para imam meniup terompetnya. Kemudian imam-imam itu harus meniup terompetnya dengan bunyi yang panjang. Begitu kalian mendengar bunyi terompet yang panjang, semua tentara harus bersorak dengan gemuruh, maka tembok kota itu akan runtuh. Lalu kalian harus langsung memasuki kota itu.”Sesuai dengan perintah Allah, Yash’u memanggil para imam. Katanya, “Angkatlah Peti Perjanjian. Tujuh orang dari antara kalian harus berjalan di depannya sambil  membawa terompet.”Lalu Yash’u dan tentaranya berbaris mengelilingi kota Ariha. Sementara mereka berjalan, terompet terus-menerus ditiup. Semua tentara diam saja. Mereka tidak bersorak dan tidak mengucapkan sepatah kata pun. Setelah mereka mengelilingi kota Ariha satu kali, mereka kembali ke perkemahan dan bermalam di situ.Keesokan harinya, Yash’u memimpin para imam dan tentara yang membawa  Peti Perjanjian dan yang membawa 7 terompet  itu untuk mengelilingi kota Ariha sekali lagi. Sementara itu ketujuh terompet terus-menerus ditiup. Semua tentara diam saja dan  berjalan mengelilingi kota Ariha pada hari yang kedua. Setelah selesai, mereka kembali ke perkemahan. Begitulah yang mereka lakukan setiap hari selama 6 hari.Pada hari yang ketujuh mereka bangun pagi-pagi ketika matahari baru terbit. Lalu mereka berbaris dan mengelilingi kota Ariha dengan cara yang sama. Hanya saja pada hari yang ke-7 itulah, mereka mengelilingi kota itu 7 kali. Begitu para imam meniup terompetnya, Yash’u memberi tanda kepada seluruh pasukan untuk bersorak. Yash,u berkata, “Allah SWT. sudah menyerahkan kota ini kepadamu!”Lalu para imam meniup terompetnya, dan tentara Israil bersorak kuat-kuat. Seketika itu  runtuhlah tembok kota itu. Seluruh tentara Israil langsung menyerbu kota Ariha dan menghancurkannya menurut perintah Allah SWT. Hanya Rahab dan keluarganya sajalah yang selamat  karena ia sudah menolong kedua mata-mata yang diutus oleh Yash’u ke Ariha.Tuhan terus menolong Yash’u dan tentara Israil sampai Tanah Kanaan menjadi milik mereka sesuai dengan janji Allah SWT. kepada Nabi Ibrahim, Nabi Ishak, dan Nabi Yakub. Tanah Kanaan sudah diberikan kepada keturunan Nabi Ibrahim supaya mereka menyembah Allah SWT. dengan benar dan supaya nama Allah SWT. dimuliakan. Allahu Akbar! Pertanyaan :Siapakah yang menjadi pemimpin bangsa Israil ketika Nabi Musa meninggal?Apa nama kota  yang pertama kali diserang oleh orang Israil?Ada berapa orang mata-mata yang disuruh ke Ariha?Siapakah yang menolong mereka?Bagaimana tentara Israil menghancurkan tembok-tembok kota Ariha?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: