03. Allah SWT. Menciptakan Nabi Adam dan Siti Hawa

Seperti yang telah diceritakan pada kisah sebelumnya, pada hari yang keenam Allah SWT. berkata, “Sekarang Kita akan membuat manusia yang akan menjadi seperti Kita.”  Demikianlah Allah SWT. menciptakan manusia, serupa dengan Allah sendiri. Manusia yang pertama kali diciptakan Allah adalah Nabi Adam.

 Apa artinya Nabi Adam diciptakan “serupa dengan Allah SWT. sendiri”?  Nabi Adam itu mampu berpikir, hampir sama dengan Allah SWT. Allah juga memberi Roh-Nya kepada Nabi Adam supaya Nabi Adam dapat mengenal Allah dan dapat hidup selamanya.  (Binatang-binatang tidak diciptakan dengan roh seperti manusia, tetapi hanya dengan perkataan / firman).

Nabi Adam selanjutnya  memberi nama kepada semua binatang.

Allah SWT. menciptakan Nabi Adam supaya Nabi Adam dapat menikmati semua ciptaan Allah.  Tetapi Nabi Adam tidak mempunyai teman.  Oleh karena itu, Allah SWT. berfirman, “Tidak baik manusia hidup seorang diri,  Aku akan menciptakan teman yang cocok untuk membantunya.” 

Pada suatu waktu Allah SWT. membuat Nabi Adam tidur nyenyak. Selagi ia tidur, Allah mengeluarkan salah satu tulang rusuk dari tubuhnya, lalu Allah menutup tempat bekas tulang rusuk itu dengan daging.  Dari tulang rusuk itu Allah menciptakan seorang perempuan. 

Waktu Nabi Adam bangun, ia melihat wanita itu yang telah Allah SWT. ciptakan.  Nama wanita itu Siti Hawa. Nabi Adam senang sekali dan berkata, “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku!”  Sekarang ada seseorang yang khusus diciptakan untuk Nabi Adam. Siti Hawa tidak diciptakan dari kepala Nabi Adam sebab ia tidak diciptakan untuk memimpin Nabi Adam. Siti Hawa tidak diciptakan dari kaki Nabi Adam supaya ia tidak diinjak-injak oleh Nabi Adam.  Allah menciptakan Siti Hawa dari tulang rusuk Nabi Adam supaya ia selalu dekat dengan hati Nabi Adam.

Allah SWT. menciptakan Nabi Adam dan Siti Hawa dengan sempurna.  Mereka belum berdosa.  Nabi Adam dan Siti Hawa menjalin hubungan dengan Allah. Hubungan mereka baik sekali. Mereka telanjang, tetapi mereka tidak malu karena mereka tidak berpikir yang tidak senonoh.  Allah menempatkan mereka di dalam taman yang indah sekali.  Dari sana Allah berkata, “Engkau boleh makan buah-buahan dari semua pohon di taman ini, kecuali satu saja yang engkau tidak boleh makan.” Allah juga menghendaki supaya Nabi  Adam dan Siti Hawa mengurus semua ikan, burung, dan binatang.

Jelaslah sekarang bahwa Nabi Adam dan Siti Hawa adalah manusia yang pertama di bumi ini.  Allah SWT. lebih lanjut menyuruh mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyaklah supaya keturunanmu mendiami seluruh muka bumi serta menjadi khalifah bagi-Nya.”  Merekalah nenek moyang kita.  Allah  melihat semua yang diciptakan-Nya, dan Dia merasa senang sebab semuanya baik.

Pertanyaan:

Siapakah yang menciptakan manusia?

Apakah Allah SWT. itu diciptakan?

Siapakah yang memiliki manusia?

Apakah perbedaan antara manusia dan binatang?

Mengapa Allah SWT. berkata, “Tidak baik manusia hidup seorang diri?”

Bagaimana manusia pertama diciptakan? Bagaimana wanita pertama  diciptakan?

Siapakah yang menentukan pernikahan yang pertama itu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: