57. Anak Yairu dan Wanita yang Menyentuh Isa Almasih

Pada suatu hari, ketika Isa Almasih sedang berjalan, seorang imam datang kepada-Nya. Namanya Yairu. Yairu sudah menikah dan hanya punya satu anak perempuan. Anak tunggalnya itu sudah berumur 12 tahun. Anak itu sangat disayang oleh bapak dan ibunya. Yairu bersujud di depan Nabi Isa dan memohon, “Nabi, anakku yang satu-satunya sedang sakit parah. Ia hampir mati. Saya mohon Nabi datang ke rumah saya untuk menyembuhkannya.”
Nabi Isa mengasihi setiap anak. Dia selalu mau menolong anak-anak. Jadi Dia tidak ragu-ragu. Dia langsung berangkat mengikuti Yairu ke rumahnya. Sementara Isa berjalan ke rumah Yairu, orang-orang berdesak-desakan dengan Dia dari segala jurusan. Ada banyak orang yang mau mendengar apa yang dikatakan-Nya. Ada lagi yang mau ikut untuk melihat apakah Isa Almasih sanggup menyembuhkan anak perempuan laki-laki tadi.
Di antara banyak orang itu ada seorang wanita yang sudah 12 tahun menderita penyakit pendarahan. Ia telah menghabiskan segala miliknya untuk berobat pada tabib, tetapi tidak ada yang dapat menyembuhkannya. Ibu ini merasa sangat sakit dan malu, juga merasa terhina, karena seorang wanita yang menderita penyakit seperti ini tidak boleh beribadah kepada Allah. Ia tidak boleh sholat sebab ia kotor — najis. Itulah sebabnya ia sudah mencoba pengobatan apa saja supaya dapat sembuh.
Wanita ini mendekati Isa dari belakang karena ia berpikir, “Asal saya sentuh jubah-Nya, saya akan sembuh!” Ia menyentuh jubah Nabi Isa. Seketika itu juga ia merasa bahwa ia sudah sembuh.
Isa Almasih berhenti dan bertanya, “Siapa yang menyentuh Aku?”
Tidak ada yang mengaku. Lalu Shafwan berkata, “Pak, ada banyak sekali orang di sekeliling Junjungan; mereka semua berdesak-desakan di dekat Nabi!”
Isa Almasih berkata, “Tetapi Aku tahu, ada orang yang menyentuh Aku sebab ada kekuatan yang keluar daripada-Ku.”
Wanita itu sadar bahwa perbuatannya sudah ketahuan. Jadi ia datang dengan gemetar, lalu sujud di depan Isa, katanya, “Maaf, Junjungan, sayalah yang menyentuh Bapak. Saya sudah lama sekali sakit dan tidak ada yang dapat menolong saya. Jadi, saya percaya bahwa kalau saya menyentuh jubah Junjungan, pasti saya akan sembuh. Dan benar, itu sudah terjadi; saya sudah sembuh. Jangan marah. Saya tidak mau mengganggu Junjungan. Tetapi bolehkah saya terus sembuh?”
Isa berkata kepadanya, “Anak-Ku, karena engkau percaya kepada-Ku, engkau sembuh. Pergilah dengan selamat.” Wanita itu pulang dengan sukacita yang berlimpah-limpah. Ia sudah disembuhkan dari penyakitnya dan juga sudah diselamatkan dari dosanya.
Sementara Isa masih berbicara, seseorang datang dari rumah Yairu. Ia berkata kepada Yairu, “Putri Tuan sudah meninggal. Tak usah Tuan menyusahkan Maulana Isa lagi.”
Ketika Isa mendengar itu, Ia berkata kepada Yairu, “Jangan takut. Percaya sajalah dan anakmu akan sembuh.”
Setelah sampai di rumah Yairu, mereka melihat orang banyak sedang menangis dan meratap karena anak itu sudah meninggal. Kata Isa Almasih kepada mereka, “Jangan menangis. Anak itu tidak mati, ia hanya tidur!”
Mereka menertawakan Isa sebab mereka tahu anak perempuan itu sudah mati. Isa menyuruh mereka semua keluar. Lalu Ia membawa ibu dan bapak anak itu beserta ketiga pengikut-Nya masuk ke dalam kamar anak itu. Isa memegang tangan anak itu, lalu berkata kepadanya, “Anak perempuan, Aku berkata kepadamu, Bangun!”
Anak gadis itu langsung bangun dan berjalan. Semua yang menyaksikan kejadian itu sangat kagum! Tetapi Isa Almasih dengan keras melarang mereka memberitahukan hal itu kepada siapa pun. Lalu kata-Nya, “Berilah anak ini makan.”

Pertanyaan :
Siapakah yang minta tolong kepada Isa Almasih?
Mengapa ia minta tolong kepada Isa Almasih?
Kenapa semua orang heran ketika Isa Almasih bertanya, “Siapa yang menyentuh Aku?”
Siapakah yang menyentuh Isa Almasih?
Mengapa ia menyentuh Isa Almasih?
Mengapa ibu itu tidak boleh beribadah?
Apa yang Isa katakan kepada Yairu ketika ada kabar bahwa anaknya sudah mati?
Apa yang Isa Almasih lakukan ketika mereka sampai di rumah Yairu?
Mengapa Isa Almasih melarang mereka memberitahukan kebangkitan anak itu
kepada orang lain?


%d blogger menyukai ini: