23. Allah SWT. Memilih Nabi Musa

Waktu Nabi Musa sudah dewasa, ia pergi menemui orang-orang sebangsanya. Ia melihat bagaimana mereka dipaksa melakukan pekerjaan yang berat. Dilihatnya juga ada seorang Mesir memukul seorang bani Ibrahim (Israil). Nabi Musa menengok ke kanan dan ke kiri, dan ketika ia mengetahui bahwa tidak ada yang melihat dia, orang Mesir itu dibunuhnya! Nabi Musa menyembunyikan mayatnya di dalam pasir.Keesokan harinya Nabi Musa pergi lagi, dan ia melihat dua orang Israil sedang berkelahi. “Mengapa engkau memukul kawanmu?” tanya Nabi Musa kepada orang yang bersalah itu.Jawab orang itu, “Siapakah yang mengangkat engkau menjadi hakim kami? Apakah engkau mau membunuh  kami juga seperti membunuh orang Mesir itu?” Lalu Nabi Musa menjadi takut dan berpikir, “Celaka! Perbuatanku itu sudah ketahuan.” Nabi Musa lalu melarikan diri  dari Mesir ke  negeri Madyan.Ia tinggal di Madyan selama 40 tahun. Di situ ia menikah  dengan seorang anak perempuan imam dari Madyan dan mempunyai anak. Nabi Musa bekerja sebagai gembala domba.Pada waktu Nabi Musa  menggembalakan domba, ia melihat ada semak-semak yang sedang menyala-nyala, tetapi tidak terbakar. Nabi Musa mendekati tempat itu untuk mengetahui mengapa  semak-semak itu tidak terbakar. Allah SWT. melihat Nabi Musa mendekati tempat itu, maka Allah SWT. berseru dari tengah-tengah semak-semak itu, “Musa! Musa! Buka sandalmu, sebab engkau berdiri  di tanah yang suci. Aku ini adalah Tuhan Allah yang disembah oleh nenek moyangmu. Akulah Allah Ibrahim, Ishak, dan Yakub.”Lalu Allah SWT. berkata, “Aku sudah melihat penderitaan umat-Ku di Mesir, dan sudah mendengar mereka menjerit minta dibebaskan dari orang-orang yang menindas mereka. Sebab itu Aku turun untuk membebaskan mereka dari tangan orang Mesir. Aku akan membawa mereka keluar dari Mesir dan kembali ke Tanah Kanaan. Engkau sudah Aku pilih untuk memimpin mereka keluar dari Mesir.”Tetapi Nabi Musa berkata kepada Allah SWT., “Siapa saya ini sehingga kau pandang sanggup menghadap raja, dan memimpin umat-Mu  keluar dari Mesir?” Allah SWT. menjawab, “Aku akan menolong engkau.”Lalu Nabi Musa bertanya kepada Allah SWT., “Tetapi bagaimana jika orang-orang bani Ibrahim tidak percaya dan tidak mau mempedulikan kata-kata saya?”Allah SWT. balik bertanya kepada Nabi Musa, “Apa itu di tanganmu?” Jawab Nabi Musa, “Tongkat.”

Firman Allah SWT., “Lemparkanlah itu ke tanah.” Nabi Musa melemparkan tongkatnya. Lalu tongkat itu berubah menjadi ular, dan Nabi Musa lari menjauhinya.

Allah SWT. berkata, “Musa, peganglah ekor ular itu.” Nabi Musa mendekatinya dan memegang ekor ular itu. Seketika itu juga ular itu berubah lagi menjadi tongkat dalam genggaman tangan Musa seperti sedia kala.            Firman Allah SWT., “Buatlah begitu supaya keturunan Nabi Ibrahim percaya bahwa Aku sudah mengutus engkau untuk memimpin mereka keluar dari Mesir.”            Allah SWT. berkata lagi kepada Nabi Musa, “Masukkanlah tanganmu ke dalam bajumu.”   Nabi Musa menurut, dan ketika ia menarik tangannya keluar,  tangan itu putih sekali karena terkena penyakit kulit. Lalu Allah SWT. berkata, “Masukkanlah tanganmu kembali ke dalam bajumu.”  Nabi Musa berbuat begitu, dan ketika tangannya ditarik keluar lagi, tangannya sudah sembuh.            Lalu Allah SWT. berfirman, “Kalau mereka masih tidak percaya setelah engkau melakukan kedua  mukjizat itu, ambillah sedikit air dari sungai Nil, tuangkanlah ke tanah. Air itu akan berubah menjadi darah.”            Tetapi Nabi Musa berkata, “Ya, Allah, saya bukan orang yang pandai bicara. Janganlah mengutus saya, suruhlah orang lain.”            Allah SWT. menjadi marah, “Siapakah yang memberi mulut kepada manusia? Bukankah Aku, Tuhan? Pergilah dan Aku akan menolong engkau berbicara. Juga kakakmu yang bernama Harun  sudah Aku utus untuk bertemu dengan engkau. Aku akan menolong kalian berdua, tetapi Aku akan mengatakan kehendak-Ku kepada engkau, dan engkau akan memberitahukan kepada Harun apa yang harus dikatakannya  kepada umat-Ku.”            Nabi Musa akhirnya menuruti perintah Allah SWT. dan kembali ke Mesir. Di jalan ia bertemu dengan kakaknya. Mereka memberitahukan semua  rencana Allah SWT. kepada para pemimpin  bani Ibrahim. Keturunan Nabi Ibrahim sudah bekerja keras di Mesir selama 400 tahun,  tetapi Allah SWT.  tidak lupa akan janji-Nya kepada Nabi Ibrahim, Nabi Ishak, dan Nabi Yakub. Jadi, Allah SWT. menyuruh Nabi Musa membebaskan umat-Nya dari perbudakan  yang dilakukan oleh penguasa-penguasa Mesir. Pertanyaan :Mengapa Nabi Musa lari dari Mesir ke Madyan?Berapa lama Nabi Musa di Madyan?Setelah 40 tahun itu, apa yang Nabi  Musa alami ketika ia menggembalakan domba?Bagaimana Allah SWT. menampakkan diri kepada Nabi Musa?Apa yang Allah SWT. perintahkan kepada Nabi Musa?Apakah Nabi Musa merasa sanggup melakukan kehendak Allah SWT.?Keajaiban atau mukjizat  apa yang Allah SWT. tunjukkan kepada  Nabi Musa untuk meyakinkan bani Ibrahim bahwa Nabi Musa adalah Rasulullah?Siapakah yang akan menolong  Nabi Musa berbicara?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: