25. Allah SWT. Memimpin Bangsa Israil Keluar dari Mesir

Dua setengah juta bani Ibrahim mulai mengadakan perjalanan ke negeri yang dijanjikan Allah SWT.  kepada Nabi Ibrahim. Allah SWT. memimpin umat-Nya dalam perjalanan itu. Pada waktu siang, Allah SWT. menaungi mereka dengan awan dan pada waktu malam Ia  menerangi mereka dengan cahaya api yang menunjukkan jalan kepada mereka. Dengan demikian, mereka dapat berjalan siang dan malam. Sepanjang hari awan berada  di depan bangsa itu  dan sepanjang malam cahaya api menerangi mereka.

            Sesudah beberapa hari dalam perjalanan, bani Ibrahim sampai ke pantai laut yang luas.            Sesudah Firaun membiarkan umat Allah SWT. pergi, ia menyesal. Raja Firaun menyuruh tentaranya mengejar bani Ibrahim. Mereka menemukan bani Ibrahim di dekat laut yang luas itu.            Ketika bani Ibrahim melihat raja Firaun dan tentaranya datang mengejar, mereka sangat ketakutan dan berteriak kepada Allah SWT. minta pertolongan. Kata mereka kepada Nabi Musa, “Apakah di Mesir tidak ada kuburan sehingga engkau membawa kami supaya mati di tempat ini? Lebih baik menjadi budak di sana daripada  mati di padang gurun ini!”            Nabi Musa menjawab, “Jangan takut! Bertahanlah! Kalian akan melihat apa yang dilakukan Allah SWT. untuk menyelamatkan kalian semua. Orang Mesir yang kalian lihat sekarang  tak akan kalian lihat lagi. Allah SWT. akan berjuang untuk kalian.”  Jadi, tanpa usaha mereka sendiri, Allah akan menyelamatkan mereka.            Lalu malaikat Allah yang ada di depan pasukan bani Ibrahim pindah ke bagian belakang. Gumpalan awan bergerak juga hingga berada di antara pasukan Mesir dan pasukan bani Ibrahim. Awan itu menimbulkan kegelapan sehingga sepanjang malam kedua pasukan itu tidak dapat saling mendekati.            Lalu Allah SWT.  menyuruh Nabi Musa mengangkat tongkatnya dan mengacungkannya ke atas laut yang luas itu. Waktu Nabi Musa mengacungkan  tongkatnya ke atas, Allah membuat angin timur bertiup  sangat kencang sehingga air laut terbelah menjadi dua. Angin bertiup sepanjang malam, mengubah laut menjadi tanah yang kering. Waktu bani Ibrahim menyeberangi laut, mereka berjalan di dasar laut yang kering. Air yang ada di kanan kiri mereka tak ubahnya bagaikan dinding yang tinggi.            Orang Mesir dengan semua kuda, kereta dan pengendaranya terus mengejar bani Ibrahim ke tengah laut. Menjelang fajar, Allah SWT. memandangi tentara Mesir dan mengacaubalaukannya. Ia membuat roda-roda kereta mereka macet sehingga hanya dapat maju dengan susah payah. Kata orang Mesir, “Tuhan berjuang di pihak bani Ibrahim melawan kita. Mari kita lari dari sini!”            Kata Allah SWT. kepada Nabi Musa, “Acungkanlah tanganmu ke atas, maka air akan kembali bersatu. Orang-orang  Mesir akan  tenggelam bersama kereta dan seluruh harta milik mereka.”  Pada hari itu Allah SWT. menyelamatkan keturunan Nabi Ibrahim dari serangan orang Mesir. Mereka melihat mayat-mayat orang Mesir bergelimpangan di pantai.            Umat Allah SWT.  sudah diselamatkan oleh kuasa Allah  Yang Mahabesar. Allah SWT. memberitahukan kepada mereka bahwa Dia akan selalu memberkati mereka jika mereka taat kepada-Nya. Setelah peristiwa di laut itu, keturunan Nabi Ibrahim menyeberangi padang pasir untuk melanjutkan perjalanan mereka sampai mereka mencapai negeri yang Allah SWT. janjikan kepada mereka.            Di padang pasir tidak ada makanan, dan hanya ada sedikit air. Bani Ibrahim menderita kelaparan dan kehausan, lalu mereka mengomel kepada Nabi Musa. Jikalau Allah SWT. tidak memberi mereka makanan dan minuman, tentu mereka akan mati.            Setiap hari Allah SWT. memberi mereka makanan. Pada waktu pagi ketika embun menguap, tampaklah di atas padang gurun sesuatu yang tipis seperti sisik dan halus seperti embun yang beku. Itulah makanan pagi dari Allah SWT. untuk mereka. Makanan ini dinamakan manna. Setiap sore datanglah burung puyuh, banyak sekali, sehingga menutupi seluruh perkemahan  bani Ibrahim. Mereka menjadikannya makanan.            Allah SWT. menyuruh Nabi Musa mengambil tongkatnya dan memukul sebuah batu besar, lalu keluarlah air dari batu itu. Mereka mendapat minuman yang menyegarkan.            Allah  Yang Maha Esa dan Yang Mahakuasa memimpin keturunan Nabi Ibrahim keluar dari Mesir. Di padang pasir, Dia menyediakan makanan yaitu manna dan salwa. Dia juga menyediakan minuman selama mereka berada di tempat itu. Allah SWT. sungguh-sungguh memenuhi janji-janji-Nya. Dia bersifat  Ar-Rokhman dan Ar-Rokhim.             Pertanyaan :Bagaimana Allah SWT. membantu perjalanan bani Ibrahim sehingga mereka dapat melakukan perjalanan pada waktu siang dan malam?Mengapa keturunan bani Ibrahim menjadi takut ketika mereka  berada  di pinggir laut yang luas itu?            Bagaimana Allah SWT. menyelamatkan mereka?Darimanakah orang-orang Nabi Musa atau orang-orang bani Ibrahim itu mendapatkan makanan yang cukup di padang pasir meskipun jumlah mereka begitu banyak?            Apakah nama makanan dari embun itu?            Darimanakah mereka menerima  minuman yang segar?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: