31. Nabi Ilyas dan Musim Kering yang Hebat

Setelah zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman, ada seorang nabi baru yang diutus oleh Allah SWT., namanya Ilyas.  Nabi Ilyas tinggal di negeri Israil ketika negeri itu dipimpin oleh seorang raja yang jahat sekali.  Nama raja yang jahat itu adalah Ahab.  Raja Ahab menyuruh orang Israil untuk menyembah patung dan dewa-dewa.  Mungkin dialah raja Israil yang paling jahat.  Oleh karena kejahatan Raja Ahab, Allah Yang Maha Esa menjadi marah.  Allah SWT. menyuruh Nabi Ilyas pergi kepada Raja Ahab dan berkata, “Selama dua atau tiga tahun tidak akan ada embun atau hujan sedikit pun, kecuali saya mengatakannya.”

            Setelah itu Allah SWT. berkata kepada Nabi Ilyas, “Pergilah ke anak Sungai Kerit dan bersembunyilah di sana.  Engkau dapat minum dari anak sungai itu, dan burung gagak akan Kusuruh membawa makanan untukmu.”

            Nabi Ilyas menuruti perintah Allah SWT. dan pergi ke anak Sungai Kerit.  Ia minum dari anak sungai itu, makan roti dan daging yang dibawa oleh burung gagak setiap pagi dan setiap sore.  Setelah beberapa waktu lamanya, anak sungai itu pun kering karena tidak ada hujan.

            Kemudian Allah SWT. berkata kepada Nabi Ilyas, “Sekarang kau harus pergi ke kota Sarfat dan tinggal di sana.  Di situ ada seorang janda yang akan memberi kamu makan.”  Maka pergilah Nabi Ilyas ke Sarfat.  Ketika Nabi Ilyas tiba di kota itu, ia melihat seorang janda yang sedang mengumpulkan kayu api.  Lalu Nabi Ilyas mendekati janda itu dan berkata, “Ibu, tolong ambilkan sedikit air minum untuk saya.”  Ketika janda itu sedang  berjalan  untuk  mengambil  air  itu,  Nabi  Ilyas  berseru,  “Ibu,  bawakanlah  juga sedikit roti.”

            Janda itu menjawab, “Maaf, Pak, saya bersumpah bahwa saya tidak punya roti.  Saya hanya mempunyai segenggam tepung terigu di dalam mangkuk, dan sedikit minyak zaitun di dalam botol.  Saya sedang mengumpulkan kayu api untuk memasak bahan yang sedikit itu supaya saya dan anak saya bisa makan.  Itulah makanan kami yang terakhir; sesudah itu kamipun akan mati.”

            “Jangan khawatir, Ibu!”  kata Nabi Ilyas kepadanya.  “Silakan Ibu membuat makanan untuk Ibu dan anak Ibu.  Tapi sebelum itu buatlah dahulu satu roti kecil dari tepung dan minyak itu, dan bawalah kepada saya.  Sebab Allah SWT., satu-satunya Tuhan yang patut disembah, mengatakan bahwa mangkuk itu akan selalu berisi tepung, dan botol itu akan selalu berisi minyak sampai Allah SWT. mengirim hujan ke bumi.”

            Janda itu percaya kepada kata-kata Nabi Ilyas.  Ia pergi untuk melakukan apa yang dikatakan Nabi Ilyas.  Ia membuat roti kecil dan memberikannya kepada Nabi Ilyas.  Nabi Ilyas makan, dan janda itu membuat roti juga untuk dirinya sendiri dan untuk anaknya.  Hari berikutnya masih ada sedikit tepung dan sedikit minyak untuk membuat roti lagi.  Seperti yang sudah dikatakan Allah SWT. melalui Nabi Ilyas, mangkuk itu selalu berisi tepung, dan botol itu pun selalu berisi minyak.  Mereka bertiga mempunyai cukup persediaan makanan untuk hampir 3 tahun selama musim kemarau itu yang panjang sekali.

            Beberapa waktu kemudian anak janda itu jatuh sakit dan meninggal.  Janda itu memanggil Nabi Ilyas dan berkata, “Hamba  Allah,  mengapa  Bapak  melakukan  hal  ini terhadap saya?  Apakah Bapak datang untuk menyebabkan Allah ingat akan dosa saya sehingga anak saya harus meninggal?”

            Nabi Ilyas mengambil anak laki-laki itu dan membawanya ke kamarnya sendiri.  Nabi Ilyas membaringkan anak itu di atas tempat tidur, lalu berdoa dengan suara yang keras, “Ya Allah, Ya Tuhanku, mengapa Engkau mendatangkan kemalangan ini ke atas janda ini?  Ia sudah memberi roti kepadaku dan sekarang Engkau membunuh anaknya!”  Tiga kali Nabi Ilyas menelungkupkan badannya di atas anak itu, sambil berdoa, “Ya Allah, Ya Tuhanku, hidupkanlah kiranya anak ini!”  Allah SWT. mendengarkan doa Nabi Ilyas; anak itu mulai bernapas dan hidup kembali.  Lalu Nabi Ilyas membawa anak itu kepada ibunya dan berkata, “Ibu, ini anak Ibu!  Ia sudah hidup kembali!”

            Janda itu menjawab, “Sekarang saya tahu bahwa Bapak adalah hamba Allah dan perkataan Bapak memang benar dari Allah SWT.!”

 

Pertanyaan :  Siapa nama raja Israil yang jahat sekali?  Mengapa Allah murka kepadanya?  Apakah pesan Nabi Ilyas kepada Raja Ahab?  Selama tidak ada hujan, bagaimana Nabi Ilyas diberi makanan oleh Allah SWT.?  Apa yang membuat janda itu sedih?  Bagaimana Nabi Ilyas menolongnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: