15. Nabi Ishak Memberkati Nabi Yakub

Beberapa tahun sudah lewat sejak Esau menjual hak warisnya kepada adiknya, Nabi Yakub. Bapak mereka, Nabi Ishak, sudah tua sekali dan tidak dapat melihat karena sudah menjadi buta. Pada suatu hari, Nabi Ishak memanggil Esau, anaknya yang sulung. Ia berkata, “Anakku! Engkau tahu Bapak sudah tua. Mungkin Bapak tidak akan hidup lama lagi. Jadi, ambillah busur dan panah-panahmu; pergilah memburu seekor binatang di padang. Masaklah yang enak seperti yang Bapak suka, lalu bawalah kepada Bapak. Setelah Bapak makan, Bapak akan memberi kamu berkat Bapak sebelum Bapak mati.” Lalu Esau pergi  untuk melakukan kehendak bapaknya.

Ketika tadi Nabi Ishak sedang berbicara dengan Esau, Ribka mendengar semua yang  mereka bicarakan. Maka dari itu setelah Esau berangkat untuk berburu, Ribka memanggil Nabi Yakub. Katanya, “Yakub, baru saja  Ibu dengar ayahmu mengatakan kepada Esau begini, ‘Burulah seekor binatang dan masaklah yang enak untuk Bapak. Setelah Bapak makan, Bapak akan memberkatimu dihadapan Allah SWT. sebelum Bapak mati.’ Nah, anakku, dengarkanlah dan lakukanlah apa yang Ibu katakan ini.  Pergilah  ke tempat domba kita, pilihlah dua anak kambing yang gemuk-gemuk. Ibu akan memasaknya menjadi makanan kesukaan ayahmu. Nanti bawalah  makanan itu kepada Bapak supaya dimakannya, dan supaya engkaulah yang diberkati sebelum Bapak meninggal.”Tetapi Nabi Yakub berkata kepada ibunya, “Ibu, bukankah badan Esau berbulu, sedangkan badan saya tidak? Walaupun Ayah sudah buta, Ayah masih tetap dapat meraba. Nanti kalau Ayah meraba badan saya, Ayah akan tahu bahwa saya sedang menipunya. Nanti Ayah akan mengutuki saya bukannya memberkati saya.”Ibunya menjawab, “Jangan khawatir, Yakub. Biar Ibu yang menanggung segala kutuknya. Lakukan saja apa yang Ibu katakan. Pergilah mengambil kambing-kambing itu.”Nabi Yakub melakukan semua yang disuruh oleh ibunya. Ketika makanan bagi ayahnya telah siap, Ribka mengambil pakaian Esau yang paling bagus, yang disimpannya di rumah. Lalu pakaian Esau dikenakan kepada Nabi Yakub. Ia membalutkan juga kulit anak kambing  pada lengan dan leher Nabi Yakub yang tidak berbulu itu, lalu makanan diberikan kepada Nabi Yakub untuk dibawa kepada ayahnya.Nabi Yakub pergi kepada ayahnya dan berkata, “Ayah!”  Jawab Nabi Ishak, “Ya, siapakah engkau, Esau atau Yakub?” Jawab Nabi Yakub, “Esau, anak Ayah yang sulung, pesan Ayah sudah saya laksanakan, silakan makan makanan ini supaya Ayah dapat memberkati saya.”Nabi Ishak berkata, “Cepat sekali engkau mendapatkannya, Nak.” Jawab Nabi Yakub, “Karena Allah SWT. yang disembah Ayah telah menolong saya.”Lalu kata Nabi Ishak kepada Nabi Yakub, “Marilah dekat-dekat supaya saya dapat merabamu, benarkah engkau Esau?” Nabi Yakub mendekati ayahnya, dan Nabi Ishak pun merabanya serta berkata,  “Suaramu seperti suara Yakub, tetapi lenganmu seperti lengan Esau, benarkah engkau Esau?” “Benar,” jawab Nabi Yakub.Nabi Ishak  berkata, “Berilah Bapak daging itu. Setelah Bapak makan, akan Bapak berikan berkat Bapak kepadamu.” Nabi Ishak pun makan. Lalu berkatalah Nabi Ishak  kepadanya, “Marilah lebih dekat lagi, Nak, dan ciumlah saya.” Ketika Nabi Yakub mendekat untuk menciumnya, Nabi Ishak mencium bau pakaian Esau. Kemudian Nabi Ishak memberkati Nabi Yakub di hadapan Allah SWT.Segera sesudah Nabi Ishak memberkati Nabi Yakub, dan sesudah Nabi Yakub pergi, Esau, kakaknya, pulang dari berburu. Ia juga masak dan membawa masakan itu kepada ayahnya supaya ia diberkati. Ia berkata kepada ayahnya, “Silakan Ayah, makanlah daging yang saya bawa untuk Ayah supaya Ayah dapat memberkati saya.”“Siapakah engkau?” tanya Nabi Ishak. “Esau anak Ayah yang sulung,” jawabnya.Nabi Ishak mulai gemetar seluruh tubuhnya, dan bertanya, “Jika begitu, siapa yang telah memburu binatang dan membawanya kepada Ayah tadi? Ayah telah makan  dan berkat Ayah yang terakhir sudah Ayah berikan kepadanya.”Setelah Esau mendengar itu, ia menangis dengan nyaring dan dengan penuh kepedihan. Ia lalu berkata, “Berkatilah saya juga, Ayah!”Nabi Ishak berkata, “Adikmu telah datang ke sini dan menipu Ayah. Adikmu sudah mengambil berkat yang sebetulnya akan  Ayah berikan kepadamu.” Jawab Esau, “Inilah kedua kalinya Yakub menipu saya. Ia sudah mengambil hak saya sebagai anak sulung. Sekarang ia mengambil pula berkat untuk saya.”Esau membenci Nabi Yakub karena ayahnya telah memberikan berkatnya kepada adiknya itu.

Pertanyaan :

Mengapa Nabi Ishak memanggil Esau?Siapakah yang mendengar percakapan mereka?Apa yang dilakukannya?Bagaimana Nabi Ishak tertipu?Mengapa Ribka dan Nabi Yakub ingin supaya Nabi Yakub diberkati dan bukan Esau?Apakah Esau mempedulikan berkat ayahnya?Apakah tipu daya Ribka dan Nabi Yakub dalam hal memperoleh berkat dari  Nabi  Ishak dapat dibenarkan?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: