04. Dosa Nabi Adam dan Siti Hawa

Allah SWT. menciptakan tempat yang sangat indah, namanya Taman Firdaus.  Taman Firdaus adalah tempat tinggal Nabi Adam dan Siti Hawa.  Mereka disuruh memelihara tempat yang indah itu.  Di Taman Firdaus ada bermacam-macam pohon buah-buahan, dan makanan pun cukup. Di sana tidak ada duri, tidak ada angin kencang ataupun hujan lebat.  Di Taman Firdaus semuanya serba bagus, indah, dan sempurna.  Allah menyuruh Nabi Adam dan Siti Hawa mengurus semua ciptaan-Nya.  Allah bercakap-cakap dengan Nabi Adam dan Siti Hawa serta bercerita mengenai banyak hal yang sangat menarik.

Allah SWT. bercerita kepada Nabi Adam dan Siti Hawa mengenai dua pohon yang ada di tengah-tengah Taman Firdaus.  Pohon pertama disebut pohon kehidupan dan yang kedua disebut pohon kuldi (bijaksana). Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Engkau boleh makan buah-buahan dari semua pohon di taman ini, kecuali dari pohon kuldi (bijaksana).  Buahnya tidak boleh engkau makan. Sebab jika engkau memakannya, engkau pasti akan mengalami kematian.”

Pada suatu hari, Iblis masuk  ke dalam seekor ular supaya dapat menipu Siti Hawa. Melalui ular itu Iblis berkata kepada Siti Hawa, “Apakah Allah benar-benar melarang kalian makan buah-buahan dari segala pohon di taman ini?”

Siti Hawa menjawab, “Kami boleh makan buah-buahan dari setiap pohon di dalam taman ini, kecuali dari pohon yang ada di tengah-tengah taman itu.  Allah melarang kami makan buah dari pohon itu ataupun menyentuhnya. Jika kami melakukannya, kami akan mati.”

Ular itu menjawab, “Itu tidak benar;  kalian tidak akan mati.  Allah mengatakan itu karena Dia tahu jika kalian makan buah itu, pikiran kalian akan terbuka.  Kalian akan menjadi sama seperti Allah, mengetahui apa yang baik dan apa yang jahat.”

Siti Hawa melihat bahwa pohon itu indah, dan buahnya tampak enak untuk dimakan.  Ia lalu berpikir, alangkah baiknya jika ia menjadi arif dan dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Oleh sebab itulah ia memetik buah pohon yang dilarang oleh Tuhan Allah SWT., lalu memakannya, dan memberikannya juga kepada suaminya.  Jadi Nabi Adam pun ikut memakannya.

Begitu mereka memakan buah terlarang itu, Nabi Adam dan Siti Hawa  mengetahui bahwa mereka telanjang.  Mereka langsung membuat pakaian dari dedaunan.  Allah mengetahui bahwa Nabi Adam dan Siti Hawa telah berdosa. Sungguh mahabesar Allah yang mengetahui segala sesuatu.

Kemudian, Nabi Adam dan Siti Hawa mendengar langkah Allah SWT. yang sedang  berjalan di Taman Firdaus. Mereka menjadi takut. Mereka lalu  menyembunyikan diri.  Allah memanggil mereka, “Adam, di manakah engkau?”

Nabi Adam menjawab, “Di sini.  Saya menyembunyikan diri karena saya telanjang.” 

Lalu Allah SWT. bertanya, “Siapa yang mengatakan kepadamu bahwa engkau telanjang?  Apakah engkau memakan buah itu yang Kularang engkau makan?”

Nabi Adam menjawab, “Perempuan yang Engkau berikan untuk menemani saya memberi buah itu kepada saya, lalu saya memakannya.”  Siti Hawa berkata, “Saya ditipu ular, sehingga saya makan buah itu.”

Nabi Adam dan Siti Hawa telah berdosa terhadap Allah SWT. oleh sebab mereka telah melanggar larangan-Nya.  Mereka telah menjadi sama seperti Iblis, tidak taat kepada firman Allah SWT.

           

Pertanyaan:

Apakah dosa Nabi Adam dan Siti Hawa?

Mengapa Nabi Adam dan Siti Hawa takut akan Allah SWT. sesudah mereka berbuat dosa?

Kalau Allah SWT. itu mahatahu, mengapa Dia memanggil Nabi Adam?

Apakah akibat yang ditimbulkan oleh dosa Nabi Adam dan Siti Hawa?

Jika kita berdosa, apakah kita harus takut terhadap Allah SWT.?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: